- Istimewa
Situasi Timur Tengah Memanas, Prabowo Tekankan Keselamatan Jamaah Haji Jadi Prioritas Utama
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menegaskan aspek keselamatan menjadi fokus utama penyelenggaraan haji 2026 di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah.
Presiden Prabowo Subianto bahkan memberikan arahan langsung agar perlindungan jamaah menjadi prioritas dalam setiap tahap perjalanan.
Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf menyampaikan, instruksi tersebut mencakup seluruh aspek keamanan, mulai dari keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
“Kita fokus pada keselamatan keamanan jemaah. Keamanan itu meliputi keamanan perjalanan dari Indonesia menuju sana dan sebaliknya, kemudian keamanan selama di Arab Saudi, kemudian juga tidak bisa terlewatkan adalah keamanan logistik yang akan mendukung kegiatan jemaah di sana,” ujar Irfan dalam keterangan pers, di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Meski situasi geopolitik memanas, pemerintah memastikan keberangkatan jemaah tetap berjalan sesuai rencana, selama tidak ada larangan resmi dari otoritas Arab Saudi.
“Presiden Prabowo kemarin mengatakan, ‘selama tidak ada kalimat tidak ada keberangkatan dari pemerintah Saudi, InsyaAllah Indonesia tetap akan menjalankan atau memberangkatkan jamaah hajinya’. Kecuali ada kata yang berbeda dari pemerintah Saudi,” jelasnya.
Jadwal keberangkatan kloter pertama sendiri telah ditetapkan pada 22 April 2026. Pemerintah berharap Presiden Prabowo dapat melepas langsung para jamaah sebagai bentuk dukungan dan simbol dimulainya operasional haji.
Di sisi lain, kesiapan administrasi juga hampir rampung. Irfan mengungkapkan, proses penerbitan visa jamaah telah selesai hampir seluruhnya sejak pertengahan Ramadan.
Namun, ia mengingatkan tantangan lain yang kerap muncul menjelang keberangkatan, yakni kondisi kesehatan jamaah. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ribuan jamaah batal berangkat karena sakit atau meninggal dunia.
“Saya katakan, kita berharap jamaah haji sehat semuanya. Karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jamaah haji yang sudah disiapkan visanya itu ternyata menjelang keberangkatan ada yang sakit, ada yang meninggal, dan lain sebagainya itu hampir 3.000-an tahun-tahun sebelumnya,” kata Irfan.
“Angka yang cukup besar untuk bisa kita harus segera tutup, kita berharap tidak ada seat yang kosong,” imbuhnya.
Dengan kombinasi pengamanan berlapis dan kesiapan teknis yang hampir final, pemerintah berupaya memastikan ibadah haji 2026 tetap berjalan lancar, aman, dan minim risiko di tengah dinamika global yang tidak menentu.(agr/raa)