news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf.
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Harga Avtur Melonjak, Menhaj Irfan Ungkap Biaya Haji Terancam Naik Rp1,77 Triliun

Lonjakan tajam harga avtur jelang musim haji 2026 sempat mengguncang persiapan pemerintah.
Rabu, 15 April 2026 - 15:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Lonjakan tajam harga avtur jelang musim haji 2026 sempat mengguncang persiapan pemerintah. Kenaikan harga bahan bakar pesawat dari Rp13.656 menjadi Rp23.551 per liter memicu permintaan tambahan biaya dari maskapai pengangkut jamaah, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Airlines.

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengungkapkan, situasi tersebut membuat pihaknya sempat kewalahan karena terjadi secara tiba-tiba di tengah persiapan yang hampir rampung.

“Tiba-tiba Garuda minta perubahan harga dari penerbangan jamaah haji. Waktu itu kita juga menanyakan ke Saudi, ‘ini Garuda minta tambahan, Saudi enggak ya?’ Enggak, alhamdulillah nggak, waktu itu disampaikan. Ternyata tiba-tiba juga Saudi juga minta tambahan, karena avturnya naik,” ujar Irfan dalam jumpa pers, di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, total tambahan biaya yang diajukan kedua maskapai mencapai angka fantastis, yakni Rp1,77 triliun. Kondisi ini langsung dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah cepat mencari solusi.

Alih-alih membebankan kenaikan biaya kepada jamaah, Presiden Prabowo mengambil sikap tegas dengan menolak opsi tersebut.

“Ya karena kita juga agak kelabakan ini, kami lapor kepada Presiden, Presiden mengatakan, ‘Apapun yang terjadi, penambahan ini jangan dibebankan kepada jamaah’,” tuturnya.

Menurut Irfan, keputusan tersebut mencerminkan komitmen kuat Presiden Prabowo terhadap perlindungan jamaah haji, terutama dalam menjaga keterjangkauan biaya ibadah.

Ia juga mengungkapkan, perhatian terhadap penyelenggaraan haji bukan hal baru bagi Prabowo. Gagasan pembentukan Kementerian Haji bahkan telah menjadi bagian dari visi politiknya sejak lama.

“Ketika Pilpres 2014, beliau sudah masukkan Kementerian Haji sebagai salah satu visi-misi beliau, 2019 juga sama, 2024 juga sama,” kata Irfan.

“Kemudian, tadi saya sampaikan bahwa beliau mengatakan biaya tambahan jangan dibebankan kepada jemaah haji,” imbuhnya.

Dengan tekanan biaya yang meningkat tajam, keputusan ini menjadi penegasan bahwa pemerintah berupaya menjaga stabilitas biaya haji di tengah dinamika global, sekaligus memastikan pelayanan kepada jemaah tetap menjadi prioritas utama. (agr/ree)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:54
02:46
02:27
01:05
05:53
13:20

Viral