- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Polisi Ungkap Tiga Pelaku Begal Motor Anggota Damkar di Jakpus Residivis Kasus Curanmor-Jambret
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan lima pelaku begal anggota Damkar di Jalan KH Hasyim Ashari, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/4/2026), positif narkoba.
Adapun lima pelaku yang diamankan berinisial F (30), RS (19), TA (20), R (21), dan RA (24).
Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Eko Yulianto menerangkan tiga dari lima pelaku yang ditangkap merupakan residivis.
“Tersangka yang berhasil kita amankan yaitu F merupakan residivis, pernah dipenjara tahun 2023 dengan kasus curanmor roda dua, mendapat hukuman 2 tahun 6 bulan, keluar pada tahun 2025. Saudara H pernah dipenjara tahun 2013 dalam kasus 351 (penganiayaan) dan mendapatkan hukuman 8 bulan, keluar tahun 2018. Kemudian tersangka R pernah dipenjara pada tahun 2021, keluar tahun 2022 kasus penjambretan dengan hukuman 1 tahun 4 bulan,” kata Eko, di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Sementara itu, Eko menuturkan empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak Polres Metro Jakarta Pusat.
“DPO empat orang bernama Zidan, Jawir, Candra, dan Fajri,” tuturnya.
Sementara itu, Eko menyebutkan, modus operandi yang dilakukan para pelaku yakni menghadang motor yang dikendarai korban, setelahnya pelaku mengeroyok korban dan mengambil sepeda motor, serta ponsel milik korban.
Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal pencurian dengan pemberatan dan diancam Pasal 479 KUHP dengan hukuman penjara selama 12 tahun.
Untuk diketahui, Polisi menerangkan sebanyak lima pelaku begal anggota damkar di Jalan KH Hasyim Ashari, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/4/2026), positif narkoba.
Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, usai pihaknya melakukan tes urine terhadap para pelaku.
“Iya positif narkoba jenis amfetamin (sabu),” kata Roby, saat dihubungi, Rabu (15/4/2026).
Lebih lanjut Roby menerangkan, para pelaku memang melancarkan aksinya agar mendapatkan keuntungan dan hasilnya digunakan untuk pesta, termasuk pesta narkoba.
“Dia (pelaku) begal, dia jual motornya, terus hasilnya buat mereka happy-happy gitu. Ya kurang lebih begitu (pesta narkoba),” terang Roby.(ars/raa)