- Cepi Kurnia/tvOne
HMT ITB Minta Maaf Buntut Viral Lagu Erika Berbau Pelecehan Terhadap Perempuan
Bandung, tvOnenews.com - Setelah Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), kini giliran Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tersandung kasus dugaan kekerasan terhadap perempuan.
Viral di media sosial video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Video tersebut menuai kecaman publik lantaran lirik lagu berjudul “Erika” yang dibawakan HMT ITB dinilai mengandung unsur objektifikasi dan pelecehan terhadap perempuan.
Seperti diunggah oleh akun X @IPOOPBASED mengunggah video berdurasi 3 menit 55 detik pada Senin, 13 April 2026.
- Cepi Kurnia/tvOne
Dalam rekaman video tersebut tampak suasana meriah, di mana sejumlah mahasiswa laki-laki dan perempuan berjoget bersama di atas panggung mengikuti irama lagu.
Namun, perhatian warganet tertuju pada penggalan lirik lagu yang dianggap tidak pantas, yakni: “Erika buka celana... sambil bawa botol Fanta... siapa mau boleh coba.”
Kalimat tersebut dinilai merendahkan martabat perempuan dan tidak mencerminkan nilai-nilai akademis yang seharusnya dijunjung tinggi oleh mahasiswa.
Menanggapi gelombang kritik tersebut, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB (HMT-ITB) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Dalam keterangannya, pihak himpunan mengakui adanya kelalaian dan menyampaikan empati mendalam kepada masyarakat, khususnya perempuan, atas keresahan yang ditimbulkan.
HMT-ITB juga menjelaskan bahwa Orkes Semi Dangdut (OSD) telah berdiri sejak 1970-an, sementara lagu “Erika” diciptakan pada era 1980-an.
Meski demikian, mereka mengakui tetap membawakan lagu tersebut merupakan sebuah kekeliruan karena tidak mempertimbangkan perkembangan norma sosial saat ini.
Sementara itu, salah satu mahasiswi ITB Rani mengaku terkejut atas viralnya video tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang.
Ia juga mendorong agar ke depan mahasiswa dapat terus berkarya dengan konten yang lebih positif.
“Saya cukup kaget ya video itu bisa viral, dan semoga ke depannya hal seperti ini tidak terjadi lagi. Harapannya kita tetap bisa berkarya, tapi dengan karya yang lebih positif dan menghargai semua pihak,” kata Rani, Rabu (15/4/2026).