- YouTube dedi Mulyadi channel
Dedi Mulyadi Pertegas Renovasi Gedung Sate Berjalan dengan Tidak Menggeser Prasasti Sapta Taruna
Jakarta, tvOnenews.com- Kabar soal renovasi Gedung Sate, Bandung menarik perhatian publik. Dedi Mulyadi pastikan tetap berjalan tanpa menggeser prasasti yang ada.
Namanya, prasasti Sapta Taruna yang menjadi simbol Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU). Dikatakan Kang Dedi Mulyadi tidak akan dipindahkan dari tempatnya dalam revitalisasi halaman Gedung Sate.
Sebagaimana dalam revitalisasi ini, Gubernur Jawa Barat itu ingin mengintegrasikan kawasan Gedung Sate.
- Antara
Dengan menghubungkan Plaza depan Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu sebagai satu sumbu utama seluas 14.642 meter persegi.
"Tetap saja, prasasti tidak berubah, enggak ada masalah. Prasasti tidak akan digeserkan dan tetap di situ," katanya di Gedung Pakuan Bandung, dikutip dari Antara, Kamis (16/4).
Proyeksi renovasi Gedung Sate ini diketahui dijadwalkan berlangsung pada 8 April hingga 6 Agustus 2026 ini.
Di mana dalam prosesnya, juga mencakup penataan pedestrian dan elemen ruang terbuka publik yang merepresentasikan identitas budaya Jawa Barat.
Lebih lanjut, dikatakan kalau Jalan Diponegoro akan menjadi batas depan Gedung Sate, dengan Lapangan Gasibu akan terdampak revitalisasi halaman Gedung Sate.
Sehingga, Jalan Diponegoro akan dibelokkan tepat di depan gerbang Hotel Pullman yang sejajar tepat dengan titik tengah Lapangan Gasibu Bandung.
"Ini Jalan Diponegoro depan Gedung Sate, nanti muter ke depan Pullman, belok kanan, nanti sebagian Gasibu digunakan. Dan untuk jembatan di ujungnya jadi lebih baik. Demo tetap boleh tapi kan tidak mengganggu unjuk rasa," ucap KDM.
- YouTube dedi Mulyadi channel
Alasan Renovasi Gedung Sate
Gedung Sate yang disebut dalam wikipedia, adalah hasil karya arsitek Ir. J.Gerber dan masukan maestro arsitek Belanda Dr.Hendrik Petrus Berlage, yang bernuansakan wajah arsitektur tradisional Nusantara.
Renovasi Gedung Sate disampaikan KDM, memiliki tujuan untuk mengintegrasikan halaman depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu sehingga tercipta ruang terbuka yang luas untuk upacara kenegaraan.
Kemudian alasan selanjutnya, karena saat demo diharapkan tidak menyebabkan jalanan macet.
“Jadi tidak ditutup, tapi dialihkan. Nanti ada sebagian tanah Gasibu digunakan untuk jalan, sedangkan Jalan Diponegoro-nya digunakan untuk halaman. Jadi tukeran saja," katanya.
"Jalur lurus nanti belok, sehingga kawasan Gedung Sate sampai Gasibu menyatu,” ujar Dedi Mulyadi usai memantau Rusun ASN Kejati Jabar di Kiaracondong, Senin (13/4).(klw)