- Ilustrasi AI Gemini
Waspada Warga Jabar, Selain Bogor BMKG Prediksi Wilayah Jawa Barat akan Alami Musim Kemarau Lebih Panjang
tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi musim kemarau lebih kering pada tahun 2026 di wilayah Jawa Barat.
Kabar ini disampaikan oleh Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira.
Menurut penjelasan Vivi Indhira, sebanyak 93 persen di Jawa Barat akan mengalami curah hujan yang relatif lebih rendah dari rata-rata normal.
Hal ini menyebabkan musim kemarau tahun ini akan lebih kering dari biasanya.
“Adapun, sejumlah wilayah yang mengalami kondisi tersebut, di antaranya Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Cirebon dan Kuningan,” ungkap Vivi dalam kegiatan Press Release Musim Kemarau Jawa Barat yang diselenggarakan BMKG secara daring, pada Selasa (14/4/2026), dilansir dari jabarprov.go.id.
Selain lebih kering, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih lama di sebagian besar wilayah Jawa Barat.
Terdapat 81 persen wilayah yang akan mengalami kondisi tersebut, termasuk Sukabumi, Karawang, Indramayu dan Kota Tasikmalaya.
Sementara itu, 10 persen lainnya mengalami musim kemarau dengan kondisi normal, terutama di bagian tengah dan timur Jawa Barat.
Serta, 7 persen wilayah di Jabar seperti Cimahi justru mengalami musim kemarau lebih pendek dibandingkan kondisi normal.
- Antara
Khusus Kota Bogor, BMKG memprediksi akan mengalami hujan sepanjang tahun sehingga tidak terlihat perbedaan antara musim kemarau maupun hujan.
Pada bulan April 2026, beberapa wilayah di Jawa Barat sudah memasuki musim kemarau. Kemudian 56 persen wilayah lainnya akan memasuki musim kemarau di bulan Mei 2026.
“Sebagian besar atau 56 persen wilayah di Jawa Barat akan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, seperti Sumedang, Kuningan, dan Tasikmalaya,” ujarnya.
“30 persen wilayah di Jabar akan memasuki musim kemarau pada Juni 2026, di antaranya Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Cianjur dan Kota Sukabumi,” sambungnya dalam keterangan resmi.
Rekomendasi BMKG
Dalam menghadapi musim kemarau yang lebih kering dan panjang ini, BMKG memberikan rekomendasi pengoptimalan waduk dan bendungan.
Tak hanya itu, perlu dilakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi embung atau tampungan air.
“Antisipasi krisis air bersih dengan penyaluran air dan sumur bor darurat. Kita juga perlu hemat air,” terang Vivi.