- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Pramono Minta BUMD Daerah Berani Ekspansi Global: Ayo Persiapkan Diri, Bertarung Keluar
Jakarta, tvOnenews.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta kepada seluruh badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta berani menembus pasar yang lebih luas.
Pesan tegas itu disampaikan dalam forum strategis BUMD Leaders Forum 2026 di kawasan Ancol, yang mempertemukan jajaran direksi dan komisaris BUMD se-DKI Jakarta.
“Tidak menjadi pemain lokal, jago kandang, tapi bertarung keluar di antaranya misalnya Bank Jakarta, Pasar Jaya, Dharma Jaya, dan yang lain-lain dan itu akan saya yakin akan bisa memberikan manfaat juga bagi Jakarta,” tegas Pramono, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Dorongan ekspansi ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memposisikan BUMD sebagai tulang punggung ekonomi dalam ekosistem Jakarta Global City.
Namun, di saat yang sama, ancaman eksternal membayangi, mulai dari ketidakpastian geopolitik global hingga potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi hingga September.
“Maka saya minta juga mereka harus mempersiapkan diri. Dengan demikian, mudah-mudahan konsolidasi BUMD dan membangun corporate culture yang lebih terbuka, transparan, dikelola secara profesional,” imbuhnya.
Dalam forum tersebut, arah transformasi BUMD dipertegas melalui tiga agenda utama: penguatan investasi dan kemandirian finansial, optimalisasi sinergi penjaminan proyek strategis, serta peningkatan produktivitas aset sebagai sumber pendapatan baru.
Salah satu langkah konkret yang sudah berjalan adalah penyaluran fasilitas kredit oleh Bank Jakarta kepada sejumlah BUMD, termasuk Perumda Dharma Jaya dan Food Station Tjipinang. Di sisi lain, peran Jamkrida Jakarta diperkuat dalam menjamin proyek dan pembiayaan strategis.
Tak hanya pembiayaan, optimalisasi aset juga menjadi fokus. Sejumlah proyek pengembangan mulai diarahkan ke sektor properti dan infrastruktur, mulai dari hotel, hunian campuran (mixed-use), park and ride, hingga pengolahan air limbah dan distribusi pangan.
Sebagai penutup, kolaborasi konkret ditandai melalui penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta, simbol sinergi baru antar-BUMD dalam memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan.
Dengan dorongan ekspansi, pembenahan tata kelola, dan sinergi lintas entitas, Pramono menegaskan BUMD Jakarta tak lagi sekadar pelengkap, melainkan motor utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah tekanan global. (agr/ree)