news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Reaksi Dedi Mulyadi setelah Kebijakannya Menuai Kritikan, Tegaskan Revitalisasi Gedung Sate punya Manfaat.
Sumber :
  • jabarprov

Reaksi Dedi Mulyadi setelah Kebijakannya Dikritik, Tegaskan Revitalisasi Gedung Sate punya Manfaat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membagikan sebuah video yang merespons kritikan soal revitalisasi Gedung Sate
Minggu, 19 April 2026 - 11:18 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan, ada manfaat yang mungkin belum dipahami publik dari kebijakannya yang merevitalisasi Gedung Sate.

Revitalisasi Gedung Sate, Bandung dijelaskan oleh Kang Dedi Mulyadi tidak mengubah elemen penting yang sudah ada. Seperti tidak menggeser batu prasasti Kementerian Pekerjaan Umum di area tersebut.

Dedi Mulyadi soal penataan Gedung Sate
Sumber :
  • Instagram/dedimulyadi71

Ia pun menanggapi adanya berbagai kritik atau saran dari penataan halaman Gedung Sate ini melalui akun instagramnya. Jika tindakannya jelas dan punya manfaat.

Penataan halaman Gedung Sate ini untuk menambah estetika area tersebut. Juga memberikan dampak kenyamanan bagi warganya.

"Selamat juga pada mereka yang setiap harinya beri auto kritiknya, termasuk saya ucapkan terima kasih saran dari pakar dan pikiran terhadap penataan gedung sate,"ucapnya.

"Kami melakukan penataan halaman, bukan membangun atau mengubah Gedung Sate, karena itu merupakan bangunan heritage dilindungi oleh undang-undang,” sambung KDM, dikutip dari Instagramnya, Minggu (19/4).

Reaksi Dedi Mulyadi setelah Kebijakannya Menuai Kritikan, Tegaskan Revitalisasi Gedung Sate punya Manfaat
Sumber :
  • jabarprov

Seperti diketahui, revitalisasi Gedung Sate ini melihat data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp15.822.777.000.

Lebih lanjut, Bapa Aing juga langsung menjelaskan sumber uang untuk merevitalisasi Gedung Sate ternyata dari berbagai anggaran yang telah direalokasi.

"Uangnya dari mana? Ini dari realokasi anggaran. Perjalanan dinas gubernur dihapus Rp1,5 miliar, dan baju dinas dihapus, pemeliharaan mobil dinas dihapus, pembelian mobil dinas juga dihapus. Semuanya dihapus,” tegas KDM.

"Semoga ketika disatukan, hasilnya bisa dinikmati bukan hanya warga Bandung, tapi warga Jawa Barat, Indonesia, bahkan warga dunia yang berkunjung ke kota Bandung,” jelasnya.

Manfaat merevitalisasi Gedung Sate disampaikan Dedi Mulyadi pada kesempatan lain. Dia menjelaskan agar aktivitas masyarakat bisa berlangsung lebih leluasa dan lancar. 

Penataan tersebut juga akan memperlancar lalu lintas depan Gedung Sate atau Jalan Diponegoro. Ditambah, masyarakat bisa menyuarakan aspirasinya di depan gedung pemerintahan Jawa Barat tanpa hambatan kendaraan.

"Nanti ke depan Jalan Diponegoro tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh kegiatan di depan Gedung Sate," ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dalam laman jabarprov.

"Halamannya nanti terbuka lebih luas dan lebar," kata KDM.

Respons Pakar soal Revitalisasi Gedung Sate 

Selain dari Ketua Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (Bandung Heritage), Aji Bimarsono. Ada juga kritikan dari Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB Harun Al Rasyid Lubis yang mewanti-wanti tidak hanya didasari ide sesaat tanpa basis Urban Design Guideline (UDGL) yang solid.

Menurutnya, pemerintah harus melakukan penataan secara makro terhadap gedung-gedung publik bersejarah agar identitas kota tetap terjaga dan fungsional secara modern.

Namun ia menilai sah-sah saja jika Gubernur ingin menciptakan plaza luas layaknya konsep Transit Oriented Development (TOD), namun syarat mutlaknya tetap. 

Dengan ketersediaan rencana spasial dan transportasi yang terintegrasi dalam diameter kawasan yang jelas.

"Perencanaan itu kan ada yang sangat tinggi namanya tata ruang, lalu ada rencana spasial, transportasi, lalu yang paling bawah itu namanya urban design. Ada enggak selama ini?," kata Harun dikutip dari Antara.(klw)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
01:11
00:57
01:39
01:00
01:34

Viral