Penjelasan Dedi Mulyadi soal Penataan Halaman Gedung Sate: Hasilnya Bisa Dinikmati Bersama
- Kolase Antara/Ricky Prayoga & Instagram/@dedimulyadi71
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan keterangannya soal penataan dan perluasan kawasan Gedung Sate.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu menjelaskan bahwa perluasan ini hanya difokuskan pada bagian halaman, bukan mengubah bangunan utamanya.
Perluasan ini dimaksudkan untuk agar kawasan tersebut bisa terhubung dengan Lapangan Gasibu, sehingga bisa lebih tertata, nyaman serta bermanfaat bagi masyarakat.
"Halaman gedung sate bukan membangun mengubah Gedung Sate. Karena itu merupakan bangunan heritage yang dilindungi oleh undang-undang," ucapnya, Minggu (19/4).
Ia juga menambahkan bahwa Gedung Sate merupakan salah satu bangunan yang dilindungi, sehingga tidak bisa sembarangan mengubahnya.
- Antara
Bahkan, KDM menjelaskan bahwa untuk mengecat ulang sebagai proses perawatan pun tidaklah mudah, harus mendapat izin dari Kementerian Kebudayaan.
"Mengecatnya pun harus izin dari Kementerian Kebudayaan. Kemudian, harga catnya juga bikin melongo," ucapnya.
Namun, Dedi Mulyadi berkomitmen untuk melakukan perawatan tersebut agar Gedung Sate tetap terawat.
"Harus dilakukan demi kecintaan kita terhadap peninggalan sejarah bangsa kita," katanya.
Lebih lanjut, Gubernur Dedi Mulyadi juga menjelaskan bahwa penataan halaman bukanlah hal baru untuk dirinya.
Sebelumnya, Gubernur dengan julukan Bapak Aing itu juga pernah melakukan penataan serupa saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
"Karena dulu pernah melakukan penataan halaman penggabungan antara Alun-alun Kian Santang Purwakarta dengan halaman pendopo. Awalnya diprotes, tapi sekarang hasilnya bisa dinikmati bersama," ujar KDM.
Dengan adanya penataan ulang di halaman Gedung Sate, Dedi Mulyadi berharap nantinya bisa terhubung dengan Lapangan Gasibu dan menjadi ruang publik yang lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Bukan hanya untuk warga Bandung saja, tetapi untuk siapa saja yang berkunjung ke Kota Kembang ini.
- Instagram/dedimulyadi71
"Semoga halaman Gedung Sate dan Gasibu, dan halaman Gedung Sate ketika disatukan, hasilnya bisa dinikmati bersama," katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk anggaran penataan ulang ini berasal dari realokasi belanja pemerintah, tepatnya dari pengeluaran untuk operasional Gubernur yang dialihkan ke proyek tersebut.
Load more