Gubernur Dedi Mulyadi Beri Saran Hukuman untuk Murid SMAN 1 Purwakarta, Siswa yang Acung Jari Tengah ke Guru Viral di Medsos
- YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi baru-baru ini merespons sebuah video murid SMAN 1 Purwakarta yang viral di media sosial (Medsos).
Kang Dedi Mulyadi menyampaikan tanggapannya soal hukuman yang lebih pas untuk pelaku yang mengolok-olok guru di sekolah.
Lewat video yang ia unggah di Instagram pribadinya. Kang Dedi yang disapa Bapa Aing itu menyebut hukuman skorsing pada murid yang viral karena acungi jari tengah ke guru itu bisa diganti.
- YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL
Namun tanggapannya tersebut hanya berupa opini dan saran untuk sekolah SMAN 1 Purwakarta. Dia menyarankan skorsing 19 hari menjadi aksi yang bisa berdampak pada kebersihan sekolah.
"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut. Kronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan," katanya dikutip dari akun instagramnya, Minggu (19/4)
Menurutnya murid yang diberikan sanksi tetap bisa mengikuti pembelajaran di Sekolah.
Bisa dengan hukuman seperti membersihkan toilet, bersihkan halaman sekolah yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu, sebulan sampai berbulan-bulan juga dipantau perkembangan anaknya.
"Ini saya memberikan saran, anak itu tidak perlu diskorsing selama 19 hari. Mudah-mudahan sarannya bisa digunakan, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet," pesan KDM.
"Waktunya bisa satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan, tergantung perkembangan anak itu sendiri,” pesan KDM.
- Instagram @dedimulyadi71
Video yang viral itu menuai ragam pendapat, sebab dianggap merendahkan gurunya. Dengan cara meledek hingga mengacungkan jari tengah.
Diketahui pihak sekolah sudah menindak tegas siswa tersebut. Dengan memanggil orang tuanya dan diberikan skorsing selama 19 hari.
Disebutkan kalau orang tua dari murid yang viral tersebut disebut Dedi Mulyadi sampai menangis karena menyesal dengan perilaku anaknya.
Melihat video ini menjadikan pembelajaran bersama antara orang tua dan anak-anak atau siswa sekolah. Jika mengolok-olok atau mengejek guru bukanlah perilaku terpuji.
Load more