news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala BGN, Dadan Hindayana..
Sumber :
  • Antara

Kepala BGN Sebut Aplikasi Jaga Desa Pacu Keseriusan SPPG Kelola Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mendapatkan pengawasan ketat. Melalui kolaborasi BGN dan Kejaksaan Agung, aplikasi "Jaga Desa" resmi dikerahkan untuk memantau setiap piring makanan yang sampai ke tangan masyarakat.
Senin, 20 April 2026 - 05:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mendapatkan pengawasan ekstra ketat.

Melalui kolaborasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kejaksaan Agung, sebuah sistem digital bernama aplikasi "Jaga Desa" resmi dikerahkan untuk memantau MBG yang sampai ke tangan masyarakat, sekaligus memastikan anggaran negara terserap dengan benar.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa hadirnya inovasi digital yang digagas oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) ini akan memaksa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk bekerja secara maksimal dan jujur.

"Dengan adanya aplikasi Jaga Desa ini menambah pengawasan tersebut, sehingga saya kira ini akan membuat seluruh mitra kami, seluruh SPPG kami, akan semakin serius mengurus program makan bergizi; akan semakin berkualitas, semakin akuntabel," ujar Dadan di Jakarta, Minggu (19/4).

Urusan duit memang menjadi perhatian utama. Dadan membeberkan bahwa sekitar 93 persen anggaran MBG langsung dialokasikan ke virtual account milik SPPG yang tersebar hingga ke pelosok desa. 

Dengan keterlibatan jaksa secara digital, celah penyelewengan dana rakyat diharapkan bisa tertutup rapat.

"Dengan kerja sama BGN dengan Kejaksaan Agung, saya kira pengawasan terkait dengan pemanfaatan dana di virtual account di setiap SPPG akan semakin intens," tambah Dadan.

Sistem pengawasan ini berlapis-lapis. Selain diawasi oleh deputi internal BGN, inspektorat, BPKP, dan masyarakat luas, kini Kejaksaan Agung ikut pasang mata secara langsung.

"Jadi, selain ada deputi pemantauan pengawasan, ada inspektorat, masyarakat memantau, sekarang ada tambahan, selain BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) juga dari Kejaksaan Agung," tuturnya.

Tak hanya soal angka di atas kertas, aplikasi ini juga menyasar kualitas makanan. Setiap hari, SPPG diwajibkan memberikan laporan visual dan rincian nutrisi dari menu yang mereka sajikan. 

Bahkan, sistem umpan balik dari warga sedang disiapkan untuk menilai kecepatan dan rasa makanan.

"Selama ini memang setiap SPPG sudah diwajibkan untuk meng-upload (unggah) seluruh menu yang dihasilkan setiap hari, dengan penjelasan angka kecukupan gizi dan juga harga; dan kepada seluruh penerima manfaat, sekarang juga sedang disiapkan terkait dengan feedback (umpan balik) untuk hal yang dilayani, baik dari kecepatan waktu maupun dari kualitas menu," jelas Dadan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:07
02:14
07:55
00:43
01:48
02:53

Viral