news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sambutan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4)..
Sumber :
  • Antara

Dedi Mulyadi Sebut Tata Ruang Bandung Salah, Siapkan Solus Atasi Banjir

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) melontarkan kritik terhadap kondisi tata ruang di Bandung yang dinilainya jadi biang keladi banjir yang terus berulang. 
Selasa, 21 April 2026 - 01:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melontarkan kritik tajam terhadap kondisi tata ruang di wilayah Bandung yang dinilainya menjadi biang keladi bencana banjir yang terus berulang. 

Sebagai langkah nyata, ia kini mendorong percepatan pembangunan sejumlah danau retensi untuk menampung luapan air.

Menurut Dedi Mulyadi, masalah utama yang dihadapi Bandung saat ini adalah alih fungsi lahan yang tidak terkendali, terutama di wilayah selatan yang kini dipenuhi pabrik di atas lahan produktif.

“Jujur saja, tata ruang Bandung ini salah. Sawah dibuat jadi pabrik, banjir jadi besar, solusinya Bandung itu harus diperbanyak danau,” tegasnya saat menghadiri peringatan HUT Ke-385 Kabupaten Bandung, Senin (20/4).

Alih-alih terus bergantung pada pengerukan sungai yang dianggap hanya bersifat sementara, Dedi Mulyadi menawarkan solusi jangka panjang berupa penyediaan lahan parkir air. 

Ia berencana memanfaatkan lahan seluas tiga hektare di kawasan rawan banjir yang sudah dibebaskan untuk disulap menjadi danau di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kemudian juga dulu kan ada sudah di tempat banjir itu ada pembebasan tanah tiga hektare, nah kalau itu biar tidak masalah jika danau tersebut dibangun oleh provinsi,” imbuhnya.

Namun, strategi Dedi tidak berhenti pada infrastruktur fisik saja. Ia menyoroti kerusakan parah di wilayah hulu yang kini kehilangan fungsi resapannya. 

Oleh karena itu, Pemprov Jabar secara resmi mengarahkan perubahan pola ekonomi masyarakat di kawasan dataran tinggi. 

Petani yang selama ini mengandalkan sayuran intensif akan didorong untuk beralih menanam tanaman keras seperti kopi dan teh yang lebih ramah lingkungan.

Demi memuluskan rencana tersebut, Dedi telah menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Gubernur (Pergub) sekaligus komitmen pendanaan dari anggaran provinsi.

“Saya mengeluarkan pergub pengembalian kawasan Bandung selatan jadi kawasan tanaman keras. Mau kopi, mau teh, mau apa lagi juga tidak apa-apa, bagaimana caranya? Sudahlah provinsi siap mengeluarkan uang sudah dimulai kan dari sekarang,” ungkapnya.

Melalui pendekatan menyeluruh ini, Dedi Mulyadi berharap risiko banjir di hilir dapat ditekan secara signifikan tanpa mengorbankan kesejahteraan ekonomi warga Kabupaten Bandung. (ant/dpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:18
01:49
04:22
02:39
00:59
03:27

Viral