Investigasi Penyebab Jatuhnya Helikopter, Tim Gabungan Kumpulkan Sisa sisa Puing
Jakarta, tvOnenews.com - Tim gabungan masih melakukan investigasi intensif terkait jatuhnya helikopter jenis Airbus H130 di Desa Tapang Tingang.
Proses penyelidikan telah berlangsung selama dua hari dengan melibatkan KNKT, Basarnas, TNI, serta pihak operator.
Helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX tersebut diperiksa melalui olah tempat kejadian perkara yang difokuskan pada posisi akhir pesawat, kondisi puing, serta barang-barang yang ditemukan di lokasi.
Tim juga mengamankan sejumlah dokumen penerbangan dan barang pribadi milik korban sebagai bagian dari pengumpulan bukti.
Selain itu, investigasi mencakup dokumentasi rinci dan pengumpulan data lapangan untuk mendukung analisis teknis lebih lanjut. Aparat kepolisian turut melakukan pengamanan area selama proses berlangsung guna memastikan kelancaran penyelidikan.
Kronologi Awal Investigasi
Pasca kejadian jatuhnya helikopter, tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP awal. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi posisi helikopter saat ditemukan, memeriksa kondisi fisik pesawat, serta menelusuri sebaran puing di sekitar area jatuh.
Selanjutnya, tim mengumpulkan dokumen penerbangan dan barang milik korban yang tertinggal di lokasi. Data tersebut menjadi bagian penting untuk merekonstruksi peristiwa sebelum kecelakaan terjadi.
Pada tahap berikutnya, investigasi dilanjutkan dengan pengambilan data teknis, termasuk pemeriksaan engine data recorder yang merekam performa mesin. Data ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait kondisi mesin sebelum insiden.
KNKT menyebut proses pengungkapan penyebab kecelakaan akan memakan waktu cukup lama, bahkan bisa mencapai hampir satu tahun.Â
Hal ini disebabkan helikopter jenis tersebut tidak dilengkapi black box, sehingga analisis harus mengandalkan data alternatif dan temuan lapangan.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Tim investigasi terus mengumpulkan bukti dari berbagai aspek, baik teknis maupun nonteknis, untuk memastikan kronologi kejadian secara akurat.