- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Rosan Bongkar Komitmen Investasi Jumbo dari Jepang hingga China di Tengah Geopolitik Panas
“Nah, lima tahun dari 2025-2029 target yang diberikan kepada kami kalau dari Bappenas itu Rp13.000 triliun lebih. Jadi peningkatannya memang cukup signifikan, tapi alhamdulillah masih bisa tercapai target-target itu,” ujar Rosan.
Yang menarik, komitmen investasi yang dibawa dari berbagai negara bernilai fantastis. Jepang menjadi salah satu kontributor terbesar, disusul Korea Selatan dan China.
“Kalau yang di Jepang kalau enggak salah itu hampir US$30 miliar lebih ya. US$30 miliar lebih. Yang di Korea itu waktu itu mencapai hampir US$10 miliar. US$10 miliar lebih juga. Jadi ya alhamdulillah cukup sangat-sangat baik lah,” bebernya.
“China juga tetap tinggi itu investasinya yang akan masuk ke kita di bidang bersama-sama juga dengan kami. Mereka juga investasinya juga sangat-sangat terjaga dan sangat-sangat baik,” lanjut dia.
Secara struktur, investasi di Indonesia kini semakin seimbang antara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Sementara itu, lima besar negara investor masih didominasi Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.
“Dan negaranya juga kami sampaikan, walaupun baru secara detail kami ada, tapi lima besarnya itu adalah Singapura kurang lebih US$4,6 miliar, Hong Kong US$2,7 miliar, Tiongkok US$2,2 miliar, Amerika Serikat US$1,7 miliar, Jepang US$1 miliar,” tandas dia.
Rosan menegaskan bahwa angka tersebut baru mencerminkan sekitar 29 persen dari total investasi yang masuk, menandakan masih besarnya potensi yang akan terus mengalir ke Indonesia.
Dengan arus komitmen investasi jumbo dari berbagai negara, Indonesia dinilai semakin kokoh sebagai magnet investasi global, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik dunia. (agr/ree)