- BPJS Kesehatan
Hari Kartini, JKN Perkuat Perlindungan Kesehatan Perempuan dari Pencegahan hingga Persalinan
”BPJS Kesehatan tidak tinggal diam. Kami terus melakukan edukasi dan mendorong peserta, khususnya perempuan, untuk melakukan skrining deteksi dini, baik kanker payudara maupun kanker serviks. Upaya ini penting agar penyakit dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara optimal. Hasilnya terlihat pada tahun 2025, di mana capaian skrining mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kesadaran peserta yang semakin baik terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini,” kata Rizzky.
Hasilnya cukup menggembirakan, capaian skrining kesehatan perempuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Skrining kanker payudara mencatat 7.440 peserta pada 2024 dan meningkat tajam menjadi 30.159 peserta pada 2025. Sementara itu, skrining kanker serviks melalui pemeriksaan IVA dan Pap Smear periode 2021–2025 telah menjangkau 1.579.810 peserta, terdiri dari 770.672 peserta IVA dan 809.138 peserta Pap Smear.
Layanan Persalinan
Selain menjamin layanan deteksi dini dan penanganan kanker payudara serta kanker serviks, Program JKN juga memberikan perlindungan komprehensif bagi perempuan melalui penjaminan layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), mulai dari pemeriksaan kehamilan, persalinan, hingga layanan pascapersalinan. Penjaminan ini diperkuat melalui penyesuaian standar tarif pelayanan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023, yang bertujuan meningkatkan mutu layanan KIA di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Melalui Program JKN, peserta perempuan dijamin memperoleh pelayanan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) sebanyak enam kali, pemeriksaan USG sesuai ketentuan, pelayanan persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan kompeten, layanan rujukan sesuai indikasi medis, hingga pelayanan postnatal care dan skrining kesehatan bayi baru lahir.
“BPJS Kesehatan tidak hanya menjamin layanan pengobatan, tetapi juga memastikan perempuan mendapatkan perlindungan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks, pelayanan kehamilan dan persalinan, hingga pascapersalinan,” ujar Rizzky.
Berdasarkan data pelayanan persalinan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), jumlah persalinan yang dijamin BPJS Kesehatan menunjukkan tren tinggi dan relatif stabil dalam lima tahun terakhir. Pada 2021 tercatat 2.365.927 persalinan dengan biaya terverifikasi sekitar Rp7,30 triliun, meningkat menjadi 2.501.278 persalinan pada 2022 dan mencapai puncaknya 2.711.289 persalinan pada 2023. Pada 2025, total persalinan tercatat sebanyak 2.670.364 kasus dengan nilai biaya terverifikasi mencapai Rp10,03 triliun. (rpi)