- dok.kolase tvOnenews.com/Instagram Dedi Mulyadi
Murid yang Olok-Olok Gurunya Jalani Proses Refleksi Diri, Tadarus Satu Hari Satu Juz dan Nonis Bawa Alkitab Sendiri
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau sejumlah murid yang mengolok-olok gurunya di Purwakarta. Mereka ternyata sedang menjalani proses refleksi diri.
Hal ini diketahuinya saat mengunjungi salah satu SMA negeri di Purwakarta yang videonya sempat viral itu.
Adapun videonya, yakni sejumlah murid mengacungkan jari tengah kepada gurunya. Sontak hal ini pun menjadi sorotan publik.
Ternyata ada sembilan murid yang melakukan hal itu. Saat didatanginya pada Selasa (21/4/2026), murid yang terdiri dari tiga anak laki-laki dan enam anak perempuan itu sedang menjalani proses refleksi diri melalui kegiatan keagamaan.
Alih-alih dihukum lewat skorsing, mereka menjalani hukuman berupa kerja sosial dan pembinaan akhlak di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah mengambil langkah ini lantaran mengikuti saran Dedi Mulyadi.
Setelah video ini viral, gubernur yang lebih akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini memang sempat menyarankan hukuman yang edukatif bagi para murid yang meledek guru PPKn tersebut.
"Ini anak-anaknya mereka lagi refleksi. Jadi dari sembilan orang itu ada non-muslim satu orang, delapannya muslim," kata seorang guru Bimbingan Konseling (BK) kepada Dedi Mulyadi.
Kepada KDM guru itu mengatakan bahwa mereka wajib membersihkan lingkungan sekolah setiap hari.
Selain membersihkan lingkungan sekolah, mereka juga rutin melakukan tadarus Al Quran.
"Tadi mereka datang pagi bersih-bersih dulu. Setelah bersih-bersih mereka ngaji bareng temannya. Mereka tadarus satu hari satu juz dibagi bersembilan. Yang satu Kristen, dia bawa Alkitab sendiri," ujarnya.
Guru BK itu mengatakan awalnya para murid sempat terguncang mentalnya karena viral di media sosial.
Namun, sekarang mereka mulai stabil lantaran sudah meminta maaf dan menyesali perbuatannya.
"Awalnya syok sekali kayak terpuruk kembali. Sekarang sudah kuat, hadapi kembali," terangnya.
Tak hanya itu, orang tua mereka juga menerima dan menyesali perbuatan anaknya. Di sisi lain, Dedi Mulyadi ternyata telah menyiapkan program pembinaan lanjutan.
Dia akan mengirim murid-murid tersebut ke barak militer untuk mendapatkan pelatihan kedisiplinan dan karakter pada Juni mendatang.
"Nanti bulan Juni mereka ikut program barak militer. Nanti bareng ketua OSIS yang sekarang," kata KDM. (nsi)