- YouTube Kang Dedi Mulyadi
Heboh! Dedi Mulyadi Datang ke KUA Jadi Saksi Pernikahan Warga Depok, Hadiah untuk Pengantin Tidak Main-main
Jakarta, tvOnenews.com - Suasana KUA Bojongsari mendadak ramai saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hadir dan menjadi saksi pernikahan warga. Kehadirannya menarik perhatian, terlebih ia turut menyaksikan langsung prosesi akad dari lima pasangan di lokasi tersebut.
Dalam prosesi tersebut, pria yang akrab disapa KDM itu duduk bersama para mempelai, penghulu, serta Wali Kota Depok, Supian Suri. Ia terlihat beberapa kali mencairkan suasana dengan candaan, sekaligus memberikan dukungan moral kepada pasangan yang menikah secara sederhana.
Tak hanya menjadi saksi, Dedi Mulyadi juga membawa kabar mengejutkan bagi para pengantin. Ia mengumumkan adanya bantuan berupa tabungan yang dapat digunakan sebagai uang muka membeli rumah.
“Ini ada pengumuman, barusan Dirut BJB WA, Dirut BJB memberikan hadiah dalam bentuk tabungan untuk nanti DP rumah, satu keluarga nanti dikasih tabungannya Rp 5 juta,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Selain tabungan, para pasangan juga memperoleh bantuan berupa peralatan rumah tangga seperti mesin cuci dan kulkas. Dedi Mulyadi menegaskan, dana tabungan tersebut tidak bisa dicairkan bebas karena memang diperuntukkan khusus untuk kebutuhan perumahan.
“Kalau dibiarin diambil, pasti besok habis, kalau yang sudah punya rumah bisa untuk renovasi rumah,” terang KDM.
Ia juga meminta pemerintah daerah untuk turut membantu pasangan yang sudah memiliki tempat tinggal tetapi dalam kondisi kurang layak. Menurutnya, dukungan dapat diambil dari program bantuan perumahan pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menyampaikan pentingnya konsep pernikahan sederhana, khususnya bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas. Ia menilai, pernikahan yang tidak berlebihan dapat menghindarkan pasangan baru dari beban utang.
“Agar tidak menimbulkan hutang setelah acara pernikahan,” ucap KDM.
Dedi Mulyadi menambahkan, tren pernikahan sederhana bisa menjadi salah satu cara untuk menekan tingginya angka pinjaman masyarakat, termasuk pinjaman online maupun praktik bank keliling.
“Nanti rakyat Jawa Barat secara perlahan turun pinjaman pinjolnya, bank keliling, bank emoknya,” ungkapnya.
Salah satu mempelai, Deru, mengaku tidak menyangka prosesi akadnya disaksikan langsung oleh gubernur.
“Iya kaget aja pas mau akad nikah ada KDM jadi saksi,” ujarnya.
Deru juga menjelaskan bahwa dirinya memilih menikah di KUA untuk menghemat biaya, mengingat akad di kantor KUA tidak dipungut biaya.
“Iya nikah di KUA untuk menekan biaya pernikahan aja,” pungkasnya. (nba)