news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bandara Douw Aturure Resmi Bisa Didarati Boeing, Ribka Haluk Sebut Simbol Harapan Baru Papua Tengah.
Sumber :
  • Istimewa

Bandara Douw Aturure Resmi Bisa Didarati Boeing, Ribka Haluk Sebut Simbol Harapan Baru Papua Tengah

Bandara Douw Aturure kini bisa didarati Boeing. Ribka Haluk sebut jadi simbol harapan pembangunan Papua Tengah dan dorong konektivitas.
Rabu, 22 April 2026 - 14:15 WIB
Reporter:
Editor :

Papua, tvOnenews.com - Pengembangan Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menjadi tonggak penting dalam percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia. Bandara yang kini mampu didarati pesawat berbadan besar ini dinilai sebagai simbol harapan baru bagi masyarakat Papua Tengah.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pengembangan bandara tersebut. Pernyataan itu disampaikannya usai mendampingi kunjungan kerja Gibran Rakabuming Raka di Nabire, Senin (20/4/2026).

“Hari ini menjadi momen bersejarah. Apa yang dulu hanya menjadi harapan, kini telah terwujud. Bandara Douw Aturure sudah bisa didarati pesawat Boeing,” ujar Ribka.

Runway Diperpanjang, Pesawat Berbadan Besar Kini Bisa Mendarat

Transformasi Bandara Douw Aturure tak lepas dari peningkatan infrastruktur yang signifikan. Salah satu perubahan utama adalah perpanjangan runway dari sebelumnya 1.600 meter menjadi 2.500 meter.

Dengan panjang tersebut, bandara kini mampu melayani pesawat berbadan besar seperti Boeing. Hal ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah Papua Tengah, khususnya Nabire, dengan daerah lain di Indonesia.

Kepala Bidang Penerbangan Dinas Perhubungan Papua Tengah, Samuel Ricky Rantelimbong, menjelaskan bahwa bandara ini dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire dengan fasilitas yang terus dikembangkan.

Fasilitas tersebut meliputi sisi udara seperti runway, apron, taxiway, hingga runway strip. Sementara itu, sisi darat mencakup terminal penumpang, terminal kargo, powerhouse, dan berbagai bangunan penunjang lainnya.

Dorong Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Papua Tengah

Kunjungan kerja Gibran Rakabuming Raka ke Bandara Douw Aturure merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur transportasi udara di Papua Tengah.

Langkah ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan infrastruktur strategis di wilayah timur Indonesia.

Dengan hadirnya bandara yang mampu melayani pesawat berkapasitas besar, diharapkan mobilitas masyarakat meningkat, distribusi logistik lebih efisien, serta pertumbuhan ekonomi daerah semakin terdorong.

Ribka Haluk Kenang Perjalanan Penuh Tantangan

Dalam kesempatan tersebut, Ribka Haluk juga mengenang perjalanan awalnya saat menjabat sebagai penjabat gubernur di Papua Tengah. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan Bandara Douw Aturure bukanlah proses yang mudah.

“Ketika pertama datang, saya sempat tersujud di bandara. Banyak keraguan bahkan fitnah, tetapi semua bisa dilalui hingga hari ini,” ungkapnya.

Menurut Ribka, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang direncanakan dengan baik dan didukung kerja keras dapat membuahkan hasil nyata bagi masyarakat.

Pengembangan Lanjutan Masih Dibutuhkan

Meski telah mengalami peningkatan signifikan, pengembangan Bandara Douw Aturure belum berhenti. Pemerintah masih merencanakan sejumlah peningkatan fasilitas untuk mendukung operasional yang lebih optimal.

Beberapa rencana pengembangan ke depan antara lain:

  • Pelebaran runway

  • Perluasan apron

  • Pengembangan terminal penumpang

  • Pembangunan garbarata

  • Peningkatan fasilitas pendukung lainnya

Saat ini, terminal penumpang masih berstandar pesawat ATR, sehingga perlu peningkatan agar dapat menyesuaikan dengan kapasitas pesawat berbadan besar.

Pemerintah Tegaskan Komitmen Bangun Papua Tengah

Kunjungan kerja ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta jajaran pemerintah lainnya.

Melalui peninjauan langsung ke Bandara Douw Aturure, pemerintah pusat menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan di Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru.

Penguatan konektivitas melalui infrastruktur transportasi menjadi salah satu kunci dalam membuka akses ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:27
02:11
05:02
04:48
05:37
05:30

Viral