- Istimewa
Berhasil Bebaskan Pilot Susi Air, Kasum TNI Terima Penghargaan Internasional
Jakarta, tvOnenews.com - Pengakuan internasional kembali menghampiri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard Tampubolon menerima penghargaan dari pemerintah Selandia Baru atas perannya dalam operasi pembebasan pilot Philip Mark Mehrtens yang sempat disandera Kelompok Separatis di Papua.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Nathan Taula, dalam sebuah pertemuan di Jakarta pada Senin (20/4/2026). Bukan sekadar seremoni diplomatik, momen ini mencerminkan pengakuan dunia atas keberhasilan TNI menjalankan operasi berisiko tinggi dengan pendekatan yang terukur dan mengedepankan keselamatan sandera.
Operasi pembebasan Mehrtens pada September 2024 lalu menjadi salah satu misi kemanusiaan yang menyita perhatian internasional. Di tengah kompleksitas medan dan ancaman keamanan di Papua, TNI dinilai mampu menjaga keseimbangan antara ketegasan operasi dan kehati-hatian dalam melindungi nyawa manusia.
Saat itu, Richard Tampubolon masih menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III dan memegang peran penting dalam memastikan koordinasi lintas satuan berjalan efektif.
Melalui keterangan resminya, Pusat Penerangan TNI menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas profesionalisme prajurit di lapangan. Keberhasilan operasi dinilai tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh strategi yang matang dan koordinasi yang solid.
“Undangan kehormatan kepada Kasum TNI tersebut sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah Selandia Baru atas peran TNI dalam pembebasan pilot yang ditahan oleh KKB beberapa waktu lalu,” demikian keterangan Puspen TNI, Rabu (22/4/2026).
Di dalam negeri, keberhasilan ini turut dimaknai sebagai bukti kehadiran negara di Papua. Tokoh Muda Papua asal Wamena, Charles Kossay, menilai operasi tersebut menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam konteks keamanan, tetapi juga sebagai pelindung masyarakat.
“Ini menjadi bukti bahwa TNI hadir untuk melindungi masyarakat Papua. Pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata soal keamanan, tetapi juga mengedepankan keselamatan dan kemanusiaan,” ujar Charles.
Ia menambahkan, keberhasilan pembebasan sandera tersebut berdampak memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat negara, sekaligus mendorong pendekatan yang lebih humanis dalam menjaga stabilitas di Papua.
"Keberhasilan TNI dalam pembebasan sandera Pilot jadi bukti pendekatan aparat yang humanis, ini jadi bukti kehadiran TNI sangat dibutuhkan di Papua", urainya.
Lebih jauh, menurutnya pertemuan antara TNI dan pemerintah Selandia Baru juga membuka ruang penguatan kerja sama bilateral, khususnya di bidang pertahanan.
"Kedua pihak memandang kolaborasi tersebut penting untuk menjaga stabilitas kawasan Pasifik yang semakin dinamis", ujarnya.
Bagi TNI, penghargaan ini bukan sekadar simbol keberhasilan sebuah operasi, melainkan juga penegasan atas peran Indonesia dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah tantangan keamanan. Di saat yang sama, pengakuan internasional ini mempertegas posisi TNI sebagai institusi yang profesional dan dipercaya, baik di dalam negeri maupun di mata dunia.