- unsplash.com/Sushanta Rokka
DPR Tegas Tolak Penarikan TNI dari UNIFIL, Utut: Komitmen Perdamaian Dunia Tidak Bisa Ditarik
Menanggapi insiden tersebut, Presiden Perancis Emmanuel Macron langsung melakukan komunikasi dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, serta Perdana Menteri Nawaf Salam.
DPR Minta Pembenahan dan Panduan Lapangan
Utut menilai bahwa insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius, terutama terkait kesiapan dan informasi yang diterima pasukan di lapangan.
Ia menyoroti pentingnya pembaruan panduan operasional agar prajurit memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi terkini di wilayah misi.
“Harus ada pembenahan. Kalau bisa, pasukan yang bertugas juga dibekali panduan lapangan yang lebih mutakhir. Jangan sampai mereka tidak mengetahui situasi terbaru di lokasi,” katanya.
Jaga Kredibilitas Indonesia di Mata Dunia
DPR menilai bahwa penarikan pasukan dari UNIFIL justru dapat merusak kredibilitas Indonesia sebagai negara yang konsisten mendukung perdamaian global.
Sebagai salah satu kontributor aktif pasukan perdamaian PBB, Indonesia memiliki reputasi yang selama ini dijaga melalui keterlibatan di berbagai misi internasional.
Keputusan untuk tetap bertahan di UNIFIL dinilai sebagai langkah strategis untuk mempertahankan posisi Indonesia di panggung global, sekaligus menunjukkan komitmen nyata terhadap stabilitas dunia.
Di tengah dinamika konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah, DPR menegaskan bahwa Indonesia harus tetap hadir sebagai bagian dari solusi, bukan menarik diri dari tanggung jawab internasional. (rpi/nsp)