- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dedi Mulyadi Hadapi Protes Warga Sukabumi, Singgung Jalan Provinsi yang Rusak: Kami Alihkan ke Provinsi Lain
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi soal protes warga Sukabumi yang sebelumnya protes soal jalan rusak.
Diketahui, sebelumnya telah terjadi aksi unjuk rasa dari masyarakat sekitar jalan provinsi Jawa Barat di daerah Pajampangan, Sukabumi.
Aksi tersebut ditujukan kepada Pemprov Jabar yang tak juga kunjung memperbaiki jalan yang termasuk wewenang provinsi tersebut.
Tidak hanya itu, warga juga memyampaikan kekesalannya lantaran banyaknya truk ODOL atau berlebihan muatan yang kerap melintas dan membuat jalan cepat rusak.
Kang Dedi Mulyadi atau KDM pun angkat bicara dan menegaskan bahwa anggaran untuk perbaikan jalan tersebut telah dialihkan ke ruas jalan provinsi lainnya yang masih berada di Sukabumi.
"Saya tegaskan bahwa anggaran untuk alokasi jalan tersebut kami alihkan ke jalan-jalan provinsi lain di wilayah Kabupaten Sukabumi sehingga ruas jalan yang lain tahun ini saya nyatakan tahun ini 99 persen dalam keadaan baik setelah nanti proyeknya berjalan," ujar Dedi Mulyadi dalam akun Instagram pribadinya.
Keputusan tegas ini diambil Dedi Mulyadi karena persoalan ini bukan hanya soal perbaikan jalan tetapi juga penindakan terhadap truk besar yang melewati ruas jalan tersebut.
"Ruas jalan tersebut kami alihkan kenapa, karena tiap hari dilewati truk-truk tronton sumbu 3 overload," tegas Dedi Mulyadi.
"Sehingga kalau kami membangun jalan tersebut dengan nilai kontrak 68 miliar, tidak ada artinya," lanjutnya.
Menurut Dedi Mulyadi, proyek perbaikan jalan akan sia-sia karena pada akhirnya kembali rusak jika truk besar masih melintas.
Bahkan Dedi Mulyadi mengibaratkannya seperti membuat garam ke laut.
"Sama dengan buang garam ke laut," ujar Dedi Mulyadi.
"Karena mungkin dalam waktu 5 bulan 6 bulan akan hancur lagi," lanjutnya.
Oleh karenanya, Dedi Mulyadi memutuskan untuk membenahi persoalan truk terlebih dahulu, baru kemudian memperbaiki jalan.
"Sehingga solusinya kita ingin benahi dulu truk overload-nya, baru kita akan bangun jalannya," tegas Dedi Mulyadi.
KDM kemudian berterima kasih kepada warga yang sudah mengekspresikan kekecewaannya.
Selanjutnya, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa ia ingin anggaran pembangunan jalan tepat sasaran dan bermanfaat untuk semua orang, bukan hanya pemilik perusahaan truk angkutan.