- Istimewa
Dedi Mulyadi Sebut Pesan dari Bobotoh "Shut Up KDM" Punya Niat Baik: Agar Profesionalisme Sepak Bola Tetap Terjaga Tanpa Tercederai Politik
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut pesan dari Bobotoh “Shut Up KDM” punya niat baik.
Oleh karena itu, gubernur yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini meresponsnya dengan santai.
Dedi Mulyadi menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik publik. Selain itu, KDM juga menegaskan komitmennya pada transparansi dalam polemik yang melibatkan Persib Bandung.
Adapun sebelumnya spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” ini dibentangkan saat laga Persib Vs Arema FC berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (24/4/2026) lalu.
Karena membentang cukup besar dan tersorot selama pertandingan, spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” itu menjadi viral.
Menanggapi hal itu, KDM tidak menunjukkan reaksi defensif. Malahan mantan Bupati Purwakarta itu mengapresiasi kritik Bobotoh sebagai pengingat agar dirinya tidak berlebihan dalam mengomentari Persib.
Dalam unggahan video di Instagram pribadinya @dedimulyadi71, KDM menilai pesan dari Bobotoh memiliki niat baik, yakni menjaga profesionalisme sepak bola agar tidak tercampur dengan kepentingan lain termasuk politik.
“Teman-teman Bobotoh yang ada di tribun utara GBLA saat pertandingan melawan Arema saya ucapkan terima kasih atas spanduk yang dibentangkannya yang intinya adalah melarang saya untuk tidak bicara mengenai Persib dan spanduk tersebut saya yakin didasarkan sebuah keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga tanpa tercederai oleh politik," ujarnya dikutip Senin (27/4/2026).
Dedi Mulyadi menyebut kritik penting disampaikan dalam menjaga batas antara peran publik dan dunia olahraga. KDM lantas berterima kasih karena sudah diingatkan lewat spanduk.
“Terima kasih sudah diingatkan,” kata KDM.
Dedi Mulyadi lantas mengajak Bobotoh untuk mengalihkan energi pada dukungan nyata kepada tim alih-alih terjebak dalam perdebatan di media sosial.
Dalam video itu, KDM juga menjelaskan secara rinci perihal asal-usul bonus Rp1 miliar yang dijanjikan oleh Maruarar Sirait.
KDM menjelaskan bahwa komitmen bonus tersebut muncul dalam pertemuan antara dirinya, Maruarar dan manajemen Persib yang membahas target ambisius meraih tiga gelar juara beruntun.
Dalam pertemuan itu, secara spontan Maruarar menyatakan kesiapan memberikan dukungan finansial untuk laga tandang.
Dari tujuh pertandingan tandang, lima di antaranya direncanakan mendapat bonus masing-masing Rp1 miliar sehingga total mencapai Rp5 miliar.
KDM mengaku telah memastikan kepada manajemen bahwa tidak ada pelanggaran aturan sebelum informasi itu disampaikan ke publik.
Dalam hal ini, yang menjadi penekanan KDM adalah alasan di balik keterbukaan tersebut.
Meskipun pada awalnya diminta untuk tidak mempublikasikan hal tersebut, sambung Dedi Mulyadi, prinsip transparansi menjadi dasar keputusannya.
Bagi KDM pribadi, agar tidak menimbulkan spekulasi, setiap informasi yang berkaitan dengan dukungan finansial dalam ekosistem olahraga perlu disampaikan secara terbuka.
“Saya menjunjung tinggi transparansi,” tegasnya.
Menutup videonya, KDM lagi-lagi mengajak Bobotoh untuk bersatu mendukung Persib dalam momen penentuan musim ini. (nsi)