news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bentrok Mahasiswa vs Ojol di Kampus UMI Makassar.
Sumber :
  • Tangkapan Layar @fixcreative.co.id

Polisi Amankan 108 Orang Buntut Bentrokan Mahasiswa vs Ojol di Kampus UMI Makassar

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana menyatakan pihak kepolisian telah berhasil mengendalikan bentrokan antara mahasiswa dengan ojek online di Kampus UMI
Senin, 27 April 2026 - 10:29 WIB
Reporter:
Editor :

Makassar, tvOnenews.com - Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana menyatakan pihak kepolisian telah berhasil mengendalikan bentrokan antara mahasiswa dengan pengemudi ojek online (ojol) di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada Jumat (25/4/2026) malam.

"Bisa saya jelaskan, bahwa kejadian di UMI kemarin ketika ada unjuk rasa lalu ada bentrok antara ojol dengan mahasiswa," kata dia dikutip Senin (27/4/2026).

Adapun pemicu bentrokan diduga lantaran mahasiswa UMI memblokir jalan protokol Urip Sumoharjo saat aksi memperingati Hari April Makassar Berdarah (Amarah) cukup lama, menimbulkan kemacetan parah sehingga memancing emosi pengendara maupun ojol. 

Diduga ada gesekan mahasiswa dengan ojol saat kejadian pemblokiran akses jalan itu.

"Karena itu (sebab), penutupan jalan yang terlalu lama sehingga mereka (ojol) masuk ke dalam (kampus) dan ada perseteruan di dalam, itu setelah seluruh mahasiswa masuk ke dalam (kampus)," tuturnya.

Dengan kondisi yang sudah tidak terkendali, karena massa sudah merusak pintu gerbang kampus UMI untuk mengejar mahasiswa, aparat kepolisian bertindak mengamankan situasi dengan meminta massa tidak anarkis sekaligus menyisir masuk ke dalam kampus dan seratusan mahasiswa diamankan.

"Total kami mengumpulkan ada sekitar 108 mahasiswa, dan di situ juga ada Wakil Rektor yang memberikan pengarahan, termasuk saya memberikan pengarahan," katanya.

Guna menjaga kondusivitas, seratusan mahasiswa yang dikumpulkan di dalam kampus dan persiapan membawanya ke Kantor Polrestabes untuk diamankan sementara, mengingat di depan kampus massa ojol masih berkumpul dikhawatirkan akan timbul gesekan berulang.

"Karena memang di depan masih ada ojol, (kita) khawatir ketika mereka keluar sendiri-sendiri, nanti takutnya ada bentrokan lagi atau ada hal-hal yang tidak diinginkan. Maka kami naikkan mereka ke dalam truk lalu bawa semua ke sini (polres), dari pihak ojol juga sudah membubarkan diri," kata kapolres.

Demi menjaga kondisi keamanan usai kejadian, ucap Arya, seratusan mahasiswa sebelumnya berada di Kantor Polrestabes dipulangkan pada Sabtu, 25 April, sekitar pukul 05.30 WITA dalam keadaan sehat. 

Selama berada di Polrestabes, tidak ada intimidasi maupun perlakukan tidak menyenangkan, semua diperlakukan baik.

"Semua diantarkan sehat dan juga tidak ada tindakan fisik kepada yang bersangkutan," paparnya menjelaskan.

Terkait dengan video viral ada orang mengaku anggota TNI saat aparat masuk menyisir ke dalam kampus, Arya menegaskan, tidak ada anggota TNI atau pun oknum TNI yang diamankan. Semua adalah mahasiswa, termasuk yang dibawa ke polres

"Saya sendiri saat di TKP, memang tidak dilaporkan, tidak mengetahui hal itu. Tetapi, setelah kami dalami, mereka hanyalah pelajar. Sudah kami lihat videonya, dilakukan profiling terhadap bersangkutan. Memang keduanya pelajar, dari KTP juga. Tidak ada anggota TNI diamankan," ucapnya menegaskan. (Foe Peace Simbolon)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:28
04:36
01:10
02:37
07:46
03:48

Viral