- Antara
Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi: Petugas Belah Gerbong KRL untuk Evakuasi Korban Terjepit
Jakarta, tvOnenews.com - Tim Basarnas tengah melakukan operasi penyelamatan intensif di Stasiun Bekasi Timur pasca-tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL Commuter Line pada Senin (27/4) malam.
Petugas terpaksa memotong kerangka baja kereta guna mengeluarkan sejumlah penumpang yang masih terperangkap di dalam gerbong yang ringsek.
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan bahwa tindakan teknis tersebut menjadi satu-satunya cara untuk menjangkau para korban.
"Petugas melakukan pemotongan bagian rangkaian gerbong untuk mengeluarkan penumpang yang terjepit," ungkap Edy di Jakarta.
Titik evakuasi difokuskan pada gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang KRL, karena area tersebut merupakan titik benturan terparah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, masih terdapat sekitar enam hingga tujuh penumpang yang terjebak dan tengah diupayakan untuk dikeluarkan.
Operasi SAR ini dipimpin langsung oleh jajaran petinggi Basarnas, yakni Direktur Operasi Yudhi Bramantyo serta Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika, dengan mengerahkan peralatan ekstrikasi berat.
Insiden maut ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek (nomor perjalanan 4) rute Gambir–Surabaya Pasarturi yang menghantam KRL pada pukul 20.55 WIB.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, tercatat empat orang penumpang meninggal dunia dalam musibah ini.
Selain korban jiwa, sebanyak 38 penumpang KRL yang mengalami luka-luka telah dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda, yaitu RSUD Kota Bekasi, RS Primaya, dan RS Bantargebang untuk mendapatkan tindakan medis darurat.
Di sisi lain, sebanyak 240 penumpang yang berada di dalam KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat, meskipun beberapa orang mengalami cedera ringan akibat guncangan keras.
Pihak manajemen KAI memastikan akan memfasilitasi para penumpang tersebut untuk kembali ke Jakarta.
"Penumpang KA Argo Bromo Anggrek disiapkan untuk dikembalikan ke Stasiun Gambir. KAI bertanggung jawab penuh baik dari sisi precovery maupun penanganan korban," tegas Anne Purba dalam keterangan resminya.
Guna membantu keluarga korban dalam mendapatkan informasi valid, PT KAI telah mengaktifkan posko informasi di lokasi kejadian serta menyediakan layanan pusat panggilan (call center) di nomor 121.