news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kisah Haru Ibu Amaliyah dalam Mengurangi Limbah di Kampung Masigit Bersama PNM.
Sumber :
  • Istimewa

Menyulap Sampah Menjadi Berkah: Kisah Haru Ibu Amaliyah dalam Mengurangi Limbah di Kampung Masigit Bersama PNM

Perjalanan Ibu Amaliyah bersama PNM mulai berkembang pesat sejak mendapatkan pemberdayaan PNM Mekaar pada 2023.
Selasa, 28 April 2026 - 11:54 WIB
Reporter:
Editor :

Serang, tvOnenews.com — Berbagai data menunjukan peningkatan tumpukan sampah di TPU dengan berbagai tantangannya, di tengah meningkatnya tantangan tersebut, kesadaran untuk memilah dan mengolah limbah dari rumah selaku penyumbang sampah terbesar untuk TPU menjadi hal yang semakin penting.

Sampah yang selama ini kerap dipandang sebagai masalah, padahal sejatinya dapat diubah menjadi peluang bernilai ekonomi sekaligus membawa dampak positif bagi lingkungan dan sosial.

Di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, seorang nasabah PNM Mekaar mendorong lahirnya solusi permasalahan tersebut dari tingkat akar rumput.

Berawal dari usaha rumahan sejak 2019, Ibu Amaliyah kini tidak hanya mengembangkan bisnisnya, tetapi juga menginisiasi pengolahan sampah yang memberikan nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.

Perjalanan Ibu Amaliyah bersama PNM mulai berkembang pesat sejak mendapatkan pemberdayaan PNM Mekaar pada 2023.

Tidak hanya memperoleh tambahan modal, ia juga mendapatkan pendampingan dan pembinaan yang mendorong peningkatan kapasitas usahanya.

Melalui PNM, ia mengembangkan brand Amalia Kitchen, yakni usaha kue rumahan yang sampahnya ia olah menjadi berbagai hal seperti aromatherapy hingga Sofa ecobrick.

Seiring meningkatnya produksi, muncul tantangan berupa penumpukan sampah, yang kemudian direspons dengan langkah bijak melalui inisiasinya untuk mengajak ibu-ibu lain melakukan pemilahan serupa.

Inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga melahirkan Bank Sampah MATA (Masigit Asri Tanpa Sampah) yang melibatkan masyarakat sekitar.

Dimana 86 anggota bank sampah melakukan penyetoran yang diganjar rupiah untuk setiap kilogram sampah yang disetorkan.

Lebih dari sekadar usaha, Ibu Amaliyah juga menjadikan kegiatan ini sebagai ladang berbagi dengan menyisihkan sebagian keuntungan untuk dhuafa dan anak yatim.

Dengan penuh haru, ia mengungkapkan, “Saya tidak pernah menyangka yang awalnya hanya ibu-ibu dasteran yang ngumpulin sampah, kini bisa sampai jadi juara Mekaarpreneur. Alhamdulillah, dari kegiatan sederhana ini saya justru bisa berbagi dan memberi manfaat untuk orang lain.”

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menambahkan, “Apa yang dilakukan Ibu Amaliyah adalah gambaran nyata dari semangat yang ingin terus PNM tumbuhkan. Dari hal sederhana, dapur rumahan, bisa lahir dampak yang luas, bukan hanya menguatkan ekonomi keluarga, tapi juga menghadirkan kepedulian sosial dan menjaga lingkungan di sekitar."

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:04
05:17
06:00
10:03
14:00
29:27

Viral