Dua Santri di Karawang Disiram Air Panas Oleh Oknum Linmas
Karawang, tvOnenews.com - Dua santri Pondok Pesantren Darul Ibtida, Karawang, Jawa Barat, menjadi korban dugaan salah sasaran dan aksi main hakim sendiri yang dilakukan sejumlah oknum anggota Perlindungan Masyarakat ( Linmas) di Kecamatan Rengasdengklok. Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh.
Peristiwa terjadi di Jalan Totoang, Desa Cilutung, Kecamatan Rengasdengklok, saat kedua santri dalam perjalanan pulang usai menghadiri acara haul dan tawasulan di Cikangkung, Karawang.
Dalam perjalanan, kedua korban yang berboncengan sepeda motor terpisah dari rombongan dan melintasi jalan yang gelap serta sepi. Saat melintas di dekat pos ronda, tujuh oknum Linmas diduga mengira mereka sebagai pelaku begal yang sedang mengejar pengendara sepeda motor lain di depan.
Teriakan "begal" yang dilontarkan warga memicu kepanikan. Kedua santri kemudian terus memacu kendaraannya hingga akhirnya diadang menggunakan batang kayu berukuran besar.
Menurut pengakuan salah seorang korban, mereka kemudian disiram cairan panas yang mengakibatkan luka bakar.
"Itu kan kayak sepi tuh. Saya enggak tahu ada linmas di situ. Pas itu saya ngebut dua motor. Teman saya di depan, saya di belakang. Mungkin kata linmas tersebut saya ini begalnya lagi ngudak-ngudak teman saya yang di depan. Langsung dipalang pakai batang pohon yang gede, ditimpuk sama air keras atau air apa, itu panas banget pokoknya," ujar korban.
Akibat insiden tersebut, kedua santri mengalami luka bakar dan lepuh di sejumlah bagian tubuh, terutama di area dada.
Kasus dugaan salah sasaran dan aksi main hakim sendiri itu telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Aparat kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta dugaan keterlibatan para oknum Linmas dalam peristiwa tersebut.