news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Sumber :
  • Istimewa

Prihatin Tragedi Tabrakan Maut di Bekasi Timur, Ketua DPR Desak Sistem Keselamatan KRL Harus Diperbaiki Total

Puan Maharani menegaskan bahwa insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur harus menjadi alarm bagi pemerintah dan operator untuk segera membenahi sistem keamanan perkeretaapian.
Selasa, 28 April 2026 - 15:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Tragedi tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur yang menewaskan 14 orang dan melukai puluhan lainnya menuai sorotan dari DPR RI.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyampaikan duka mendalam sekaligus menyoroti lemahnya aspek keselamatan di jalur kereta.

“Atas nama pribadi maupun atas nama DPR RI, saya sampaikan dukacita mendalam untuk para korban dalam kecelakaan kereta api yang terjadi semalam di wilayah Bekasi,” kata Puan, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan, insiden ini harus menjadi alarm bagi pemerintah dan operator untuk segera membenahi sistem keamanan perkeretaapian.

“Kita minta Pemerintah, KAI, bersama stakeholder terkait untuk lebih memprioritaskan persoalan keselamatan di jalur kereta api. Sistem dan keamanan pada jalur kereta api harus diperbaiki,” tegasnya.

Puan secara khusus menyoroti perlintasan sebidang yang dinilai masih menjadi titik rawan kecelakaan.

“Terutama pada perlintasan sebidang yang masih banyak kita temukan di sepanjang perlintasan kereta. Karena keamanannya sangat kurang, kecelakaan kereta seringkali terjadi dan ini harus disikapi dengan serius,” imbuhnya.

Seperti diketahui, kecelakaan bermula dari taksi listrik yang mogok di perlintasan sebidang dan tertabrak KRL. Rangkaian KRL kemudian berhenti di jalur, sebelum akhirnya dihantam KA Argo Bromo Anggrek dari belakang.

Benturan keras membuat lokomotif merangsek hingga masuk ke gerbong wanita di bagian belakang KRL.

Menurut Puan, peristiwa ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga menguji kepercayaan publik terhadap transportasi massal.

“Dalam sistem mobilitas perkotaan seperti Jabodetabek, KAI Commuter Line atau KRL bukan sekadar moda angkut massal, melainkan infrastruktur sosial yang menopang ritme kerja, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat setiap hari,” jelasnya.

Ia mengingatkan, setiap insiden besar bisa berdampak luas pada rasa aman masyarakat.

“Karena itu, setiap insiden besar tidak hanya berdampak pada korban langsung, tetapi juga berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap rasa aman menggunakan transportasi kereta,” lanjut Puan.

Puan juga menilai kompleksitas jalur padat di wilayah metropolitan menuntut standar keselamatan yang jauh lebih kuat.

“Dalam kondisi seperti ini, keselamatan tidak cukup dilihat hanya sebagai kepatuhan prosedur operasional harian, tetapi harus hadir dalam bentuk standarisasi pengamanan yang mampu meyakinkan masyarakat bahwa setiap potensi risiko sudah diantisipasi,” paparnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:12
01:37
03:36
02:04
05:17

Viral