News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Mendesak Dirut KAI Mundur: Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur adalah Kegagalan Sistemik

Buntut tragedi kecelakaan maut kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang mengakibatkan puluhan korban luka-luka dan belasan
Selasa, 28 April 2026 - 20:01 WIB
Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira

Jakarta, tvOnenews.com - Buntut tragedi kecelakaan maut kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4) malam, yang mengakibatkan puluhan korban luka-luka dan belasan penumpang tewas. Sontak menuai perhatian hingga menuai kritikan keras dari Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto.

Firnando Ganinduto menilai, ada kegagalan sistemik yang terjadi sehingga mengakibatkan kecelakaan tersebut terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan kata Firnando Ganinduto, dalam sistem perkeretaapian modern, keberadaan teknologi seperti automatic signaling, train protection system, hingga fail-safe mechanism, yang seharusnya dapat mencegah terjadinya tabrakan, bahkan dalam kondisi human error sekalipun.

Selain itu, Firnando Ganinduto mengungkapkan, ketidakmampuan sistem dalam mengantisipasi kondisi darurat menunjukkan adanya celah dalam integrasi teknologi dan pengawasan operasional. Karenanya, dia menyoroti tanggung jawab manajerial di tingkat tertinggi, termasuk Direktur Utama KAI.

“Ada pertanyaan mendasar mengenai efektivitas pengawasan, kesiapan sistem keselamatan, serta standar operasional yang diterapkan. Ini adalah tanggung jawab manajemen puncak, kami mendesak Dirut KAI untuk mengundurkan diri,” tegas Firnando Ganinduto, pada Selasa (28/4/2026).

Selain itu, Firnando Ganinduto menyebutkan, bahwa insiden ini mencerminkan lemahnya manajemen keselamatan yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam industri transportasi.

Kemudian, ia tekankan, bahwa keselamatan tidak boleh hanya menjadi formalitas administratif, melainkan harus terintegrasi dalam setiap lini operasional, mulai dari perencanaan perjalanan, pengaturan sinyal, hingga pengendalian lalu lintas kereta secara real-time.

Selain itu, ia mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap manajemen operasional KAI, termasuk evaluasi terhadap sistem komunikasi antarstasiun, prosedur pemberhentian darurat, serta keandalan teknologi deteksi dan pengendalian kereta.

Menurutnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) harus bertindak secara transparan. Hal ini diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap transportasi umum.

Di samping itu, Firnando menegaskan, insiden ini harus menjadi momentum bagi KAI untuk melakukan reformasi serius dalam sistem keselamatan transportasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan meningkatnya volume penumpang dan frekuensi perjalanan kereta, kebutuhan akan sistem yang lebih canggih, responsif, dan berlapis menjadi tidak terelakkan.

“Keselamatan publik adalah prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi dalam hal ini,” pungkas Firnando Ganinduto. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fajar Sahrudin: Semoga Dunia Ini Lebih Baik Bagi Mereka yang Rentan

Fajar Sahrudin: Semoga Dunia Ini Lebih Baik Bagi Mereka yang Rentan

Kisah Fajar Sahrudin menyisakan pesan tentang perjuangan yang tak selalu terlihat. Ia berharap dunia menjadi tempat yang lebih ramah bagi mereka yang rentan
Jelang Persija Vs Persib di GBK, Dirut I.League Beri Pesan Khusus untuk Jakmania

Jelang Persija Vs Persib di GBK, Dirut I.League Beri Pesan Khusus untuk Jakmania

Direktur I.League Ferry Paulus meminta Jakmania tertib dan tidak memprovokasi jelang Persija vs Persib di GBK, termasuk lewat media sosial dan ujaran SARA.
Gara-gara Video Diduga Hina Nabi Viral, Abah Setu di Bekasi Buka-bukaan Dirinya Langsung Dapat Ribuan Pesan WA

Gara-gara Video Diduga Hina Nabi Viral, Abah Setu di Bekasi Buka-bukaan Dirinya Langsung Dapat Ribuan Pesan WA

Asep Setiawan (Abah Setu), pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Cikarang Barat, Bekasi mengaku dapat 7.478 pesan usai video diduga hina Nabi Muhammad SAW viral.
Sempat Hilang Tak Ada Kabar, Pevoli yang Digadang jadi The Next Megawati Hangestri Ini Berganti Gender

Sempat Hilang Tak Ada Kabar, Pevoli yang Digadang jadi The Next Megawati Hangestri Ini Berganti Gender

Kabar mengejutkan datang dari salah satu pevoli muda Indonesia, Lintang Yulia Prasasti yang umumkan jika dirinya telah berganti gender menjadi seorang lelaki.
Persija Vs Persib Resmi di GBK, Begini Kata Dirut I.League Ferry Paulus

Persija Vs Persib Resmi di GBK, Begini Kata Dirut I.League Ferry Paulus

Persija vs Persib resmi digelar di GBK pada 12 September 2026. I.League memastikan izin terbit dan meminta suporter menjaga keamanan selama laga panas.
Anggaran Sekolah Rakyat 2027 Jebol Rp71,5 Triliun, Kapasitas Siswa Diusulkan Naik Lebih dari 2 Kali Lipat

Anggaran Sekolah Rakyat 2027 Jebol Rp71,5 Triliun, Kapasitas Siswa Diusulkan Naik Lebih dari 2 Kali Lipat

Anggaran Sekolah Rakyat 2027 dipatok Rp26,3 triliun, tetapi usulan kenaikan kapasitas siswa membuat kebutuhan program mencapai Rp104,09 triliun.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Jumat, 11 September 2026, diprediksi menjadi hari yang cukup menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa saja yang bakal berlimpah cuan besok?
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral