- Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira
Buntut Kecelakaan Kereta Maut di Bekasi Timur, DPR Desak Dirut KAI Mundur: Indikasi Kegagalan Sistemik
Jakarta, tvOnenews.com – Kecelakaan tabrakan kereta di Bekasi Timur yang menewaskan 14 korban jiwa dan melukai puluhan penumpang memicu desakan keras ke pucuk pimpinan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, secara terbuka meminta Direktur Utama KAI mundur dari jabatannya.
“Ada pertanyaan mendasar mengenai efektivitas pengawasan, kesiapan sistem keselamatan, serta standar operasional yang diterapkan. Ini adalah tanggung jawab manajemen puncak, kami mendesak dirut KAI untuk mengudurkan diri,” tegas Firnando, Selasa (28/4/2026).
Firnando menyampaikan duka atas jatuhnya korban. Namun, ia menilai insiden ini bukan sekadar kecelakaan biasa.
Ia menyebut ada indikasi kuat kegagalan sistemik dalam manajemen operasional perkeretaapian.
Menurutnya, tabrakan antar kereta di jalur yang sama seharusnya bisa dicegah jika sistem keselamatan berjalan optimal.
Ia menyoroti lemahnya kemampuan sistem dalam mendeteksi kereta yang berhenti di jalur yang sama.
“Dalam sistem perkeretaapian modern, keberadaan teknologi seperti automatic signaling, train protection system, hingga fail-safe mechanism seharusnya dapat mencegah terjadinya tabrakan, bahkan dalam kondisi human error sekalipun,” ujarnya.
Firnando menilai celah dalam integrasi teknologi dan pengawasan operasional menjadi faktor krusial yang harus dibongkar.
Ia juga menegaskan, tanggung jawab tidak bisa dibebankan ke level teknis semata.
Lebih jauh, ia menyebut implementasi manajemen keselamatan di tubuh KAI masih lemah dan cenderung administratif.
Firnando mendorong audit menyeluruh, mulai dari sistem komunikasi antar stasiun, prosedur darurat, hingga teknologi pengendalian kereta.
Ia juga meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membuka hasil investigasi secara transparan.
“Keselamatan publik adalah prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi dalam hal ini,” pungkasnya. (rpi/rpi)