- Viva.co.id
Selain Berduka, Gubernur KDM Ungkap 2 Langkah Sigap Pemprov Jabar soal Kereta Api Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) berduka cita. Ia berbelasungkawa atas tragedi kecelakaan kereta api baru-baru ini.
KDM mengetahui insiden kereta api jarak jauh (KAJJ) melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya menabrak Commuter Line (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), sekitar pukul 20.52 WIB.
KDM menyampaikan duka mendalamnya. Gubernur Jabar tersebut tidak menyangka kecelakaan ini menyebabkan gerbong KRL khusus wanita dihantam KA Argo Bromo Anggrek.
"Kami menyampaikan duka yang dalam atas musibah tertabraknya KRL Jakarta Kabupaten Bekasi khusus pengangkut penumpang perempuan oleh kereta api cepat Argo Bromo Anggrek Jakarta-Surabaya," ungkap KDM dalam keterangan resmi melalui Instagram pribadinya, Selasa (28/4/2026).
KDM Bicara Kronologi Singkat KA Argo Bromo Anggrek Hantam KRL
- jabarprov.go.id
Lebih lanjut, KDM mengungkap kronologi kecelakaan maut ini. Ia telah mendapatkan informasi mengenai penyebab kereta api jarak jauh (KAJJ) arah Surabaya menabrak KRL relasi arah Cikarang.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero), insiden ini bermula dari sebuah taksi.
Sebuah taksi online dari Green SM nekat menerobos perlintasan rel kereta api di sebidang JPL 86 dekat Bulak Kapal. Di momen ini, kebetulan terdapat KRL kode 5181 relasi arah Cikarang.
Aksi nekat ini mengakibatkan taksi Green SM mogok sehingga dihantam oleh KRL kode 5181. Insiden tersebut membuat KAI menetapkan sebagai perjalanan luar biasa (SLB).
Alasan penetapan ini akibat KRL tersebut berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler. Sontak, rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 menunggu di peron Stasiun Bekasi Timur.
"KRL tersebut berhenti disebabkan karena adanya taksi listrik yang mogok di lintasan rel kereta api," terangnya.
Akan tetapi, penghentian rangkaian KRL kode PLB 5568 menyebabkan kecelakaan maut. KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Gambir-Surabaya Pasarturi sulit berhenti di Bekasi Timur.
Tabrakan keras antara KRL PLB 5568 dengan KA 4 tidak bisa terelakkan di Stasiun Bekasi Timur. Ironisnya, insiden ini membuat KA Argo Bromo sampai menembus ke dalam gerbong KRL bagian wanita.