- istimewa
Dedi Mulyadi Janji Bantu Pendidikan Anak Guru Korban Kecelakaan KRL Bekasi: Jadi Anak Saya
Bekasi, tvOnenews.com - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa dengan KDM mengutarakan rasa duka mendalamnya kepada pihak keluarga korban kecelakaan maut kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Bahkan, orang momor satu di Jabar itu, juga turut melayat ke kediaman Nurlaela, seorang guru yang meninggal dunia dalam kecelakaan KRL di Kota Bekasi.
Untuk diketahui, rumah duka berada di Kampung Ceger, RT 02 RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Dalam kunjungan itu, Dedi menemui langsung keluarga korban untuk menyampaikan duka.
"Ini saya sudah menengok salah satu korban meninggal kecelakaan KRL di Kota Bekasi. Salah satu korbannya ibu guru, bernama Nurlaela," ungkap KDM.
KDM juga jelaskan, bahwa Nurlaela merupakan guru SD di wilayah Jakarta.
Almarhumah biasa berangkat subuh dan pulang pada sore hari.
"Statusnya ASN, biasa berangkat jam 5 pagi, dari rumah pulangnya biasa sore," jelas KDM.
Namun, pada hari kejadian, korban pulang lebih malam karena masih menyelesaikan pekerjaan sekolah.
"Karena sibuk ngurus semesteran sehingga pulangnya menjadi malam. Takdir berkata lain. Dia meninggal dalam keadaan mengalami kecelakaan dalam musibah tersebut," beber KDM.
Bahkan dalam kesempatan itu, KDM menegaskan akan membantu anak korban, terutama terkait pendidikan.
"Ini anak bu gurunya sekarang menjadi anak saya. Nanti sekolahnya ikut dalam program pendidikan saya," tegasnya.
Dedi juga mengajak semua pihak mendoakan almarhumah.
Menurut dia, Nurlaela merupakan sosok guru yang berdedikasi.
"Kita yakini bahwa Ibu Guru Nurlaela adalah ahli kebaikan, ahli surga, dan dia adalah pendidik, meninggal setelah menunaikan tugas sebagai pendidik," jelas KDM.
Selain itu, KDM juga menyinggung peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei.
Kemudian, ia menilai almarhumah sebagai pendidik sejati.
"Dan tanggal 2 adalah Hari Pendidikan Nasional. Ini adalah tokoh pendidik yang meninggal atau gugur setelah menunaikan tugas sebagai pengajar," ucap KDM. (aag)