- Antara
Dedi Mulyadi Ingatkan Pedagang Ciwidey Jangan Hanya Jual Kopi Saset, Ternyata Kopi Jawa Barat sudah Mendunia
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Dedi Mulyadi beri peringatan ke seluruh penjual di tempat wisata Ciwidey, karena lebih dominan jual kopi saset.
Kopi arabika asal Bandung sudah dikenal berkualitas dan enak. Kang Dedi Mulyadi pun menyayangkan para penjual lebih suka jual kopi sasetan.
Dengan tegas, KDM mengingatkan dan mengajak agar seluruh pedagang di Ciwiday, bisa menjual produk lokal yaitu kopi tubruk.
Menurut Dedi Mulyadi kalau lebih menjual produk lokal seperti kopi arabika. Ini bisa berdampak ke ekonomi.
Juga bisa menarik wisatawan, karena Bandung punya kopi tubruk lokal yang khas. Bahkan kabarnya sudah mendunia.
- Antara
"Bandung itu penghasil kopi terbaik, tetapi orang yang meminum kopi khas Bandung belum benar-benar merasakannya," katanya, dikutip dsri antara, Rabu (29/4).
"Maka di Ciwidey dan Pangalengan, terutama kios yang menjual kopi kemasan saset, seharusnya menjual kopi tumbuk khas hutan Bandung," ujar Dedi Mulyadi.
Menurut Gubernur Jabar yang disapa KDM itu menegaskan bahwa peralihan ke kopi lokal bukan sekadar urusan rasa enak.
Namun bisa memperkuat ekonomi kerakyatan, dan menciptakan daya ingat bagi wisatawan melalui aroma khas daerah.
Sejauh ini, menurut data Dinas Perkebunan Jawa Barat, Kabupaten Bandung adalah "raja" kopi arabika dengan tren produksi yang terus meningkat.
Pada 2024, produksinya menembus 8.567 ton, melonjak signifikan dibandingkan tahun 2017 yang berada di angka 5.277 ton.
Selain dari kopi, Dedi Mulyadi juga menyoroti potensi teh Malabar, Ciwidey, dan Pangalengan yang seharusnya menjadi suguhan utama bagi pengunjung.
Menurutnya dengan pengalaman kuliner autentik seperti menikmati kopi tumbuk, teh lokal, hingga lotek asli wilayah bisa juga menarik keterikatan emosional bagi wisatawan.
Kualitas Kopi Jawa Barat Mendunia
Jauh sebelum KDM menjabat, kualitas kooi arabika Bandung memang sudah terkenal berkualitas. Bahkan sudah terjual ke negara lain.
Melansir laman Jabarprov, Kelompok Tani Kopi Wanoja Jawa Barat mengekspor kopi secara langsung ke Arab Saudi, Kamis (22/2/2024).
Dikehaui, Ekspor biji kopi Arabika tersebut hasil produksi Kelompok Tani Wanoja Jabar sebesar 7 ton itu senilai 72.705 dolar AS atau sekitar Rp1,4 miliar.