Pemprov Jabar Dorong Kota Cirebon Fokus Tekan Kemiskinan dan Gini Ratio
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi atas tren positif indikator pembangunan makro di Kota Cirebon.
Meski demikian, Pemerintah Kota Cirebon diingatkan untuk memberikan perhatian ekstra pada upaya pengentasan kemiskinan serta pengurangan ketimpangan ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa secara keseluruhan arah pembangunan Kota Cirebon sudah berada pada jalur yang benar.
Hal ini tercermin dari angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menyentuh 78,99 serta tingkat pengangguran yang berada di posisi 6,41 persen.
Selain itu, Kota Cirebon dinilai sangat efektif dalam menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi yang stabil.
Keberhasilan ini bahkan mendapat sorotan positif dari level nasional.
"Pak Mendagri memberikan apresiasi ke Cirebon sebagai salah satu kota di Indonesia dengan pengendalian inflasi terbaik," ungkap Herman saat berkunjung ke Cirebon, Selasa (16/6).
Namun, Herman menekankan bahwa keberhasilan pada aspek makro tersebut harus diikuti dengan akselerasi program yang menyentuh akar persoalan sosial, khususnya mengenai indeks gini dan angka kemiskinan.
"Yang sudah baik dijaga dan dikembangkan terus, sedangkan yang harus dipacu adalah penurunan angka kemiskinan dan penurunan indeks gini," tegasnya.
Herman meyakini bahwa target-target tersebut dapat tercapai jika terdapat sinergi yang kuat antara eksekutif, legislatif, dan seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak akan maksimal jika dilakukan secara terpisah-pisah.
Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyatakan bahwa pihaknya memang menempatkan pengurangan angka kemiskinan sebagai program prioritas.
Ia menyebutkan bahwa penyusunan program dilakukan secara kolaboratif agar tepat sasaran.
Momentum peringatan Hari Jadi Ke-599 Cirebon, menurut Effendi, harus dijadikan sebagai batu loncatan untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen daerah dalam memajukan kota tanpa adanya sekat-sekat sektoral.
"Semuanya harus bersama-sama, tidak ada lagi ego sektor maupun ego masing-masing dalam membangun Kota Cirebon," ujarnya. (ant/dpi)
Load more