- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur
"Semoga penataan halaman Gedung Sate bisa berjalan dengan aman, lancar, dan tepat waktu," tegasnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengungkap salah satu rencana besar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Pihaknya akan memulai proyek revitalisasi plaza depan Gedung Sate.
Anggaran untuk menggarap proyek ini mencapai sekitar Rp15 miliar. Kata KDM, langkah ini menjadi upaya akses halaman pemerintah semakin tertata indah dan terbangun lebih baik.
Mantan anggota DPR RI ini menyinggung tentang Jalan Diponegoro. Revitalisasi ini dapat menghilangkan kemacetan di jalan pusat kota tersebut.
Ia mengatakan, jika ada aksi demonstrasi, pemerintah terpaksa menutup akses Jalan Diponegoro. Akibatnya menimbulkan situasi kemacetan.
Proyek revitalisasi ini tentu berdampak pada Jalan Diponegoro. Akhirnya proyek ini memicu gelombang penolakan yang kuat dari masyarakat.
Dedi Mulyadi langsung menanggapi petisi penolakan tersebut. Ia membantah jalan ini ditutup akibat penataan halaman Gedung Sate yang terintegrasi dengan Lapangan Gasibu.
"Tidak ada penutupan Jalan Diponegoro, yang ada pengalihan ruas dari yang membelah antara Gasibu dan Gedung Sate menjadi melingkar," terangnya.
Ia menegaskan pengguna jalan hingga pengendara tetap mendapat kenyamanan. Pemprov Jabar selalu mengutamakan masyarakat untuk masih menggunakan jalan tersebut.
Ia menambahkan, pengubahan arus lalu lintas tidak dilakukan secara tiba-tiba. Pengalihan terjadi setelah pembangunan untuk seluruh infrastruktur selesai.
"Selama jalannya belum dibangun tidak akan kita tutup. Nanti setelah dibangun nyaman, baru kita alihkan," pungkasnya.
(hap)