news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam pembukaan Novo Club Batch 4..
Sumber :
  • Istimewa

Buka Novo Club Batch 4, Mendiktisaintek Beberkan Kunci Indonesia Lolos dari Middle Income Trap

Mendiktisaintek memaparkan sejumlah tantangan nyata yang dihadapi Indonesia. Salah satunya, RI diproyeksikan mengalami kekurangan talenta antara 12 hingga 18 juta orang pada 2030.
Kamis, 30 April 2026 - 14:19 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyampaikan pesan penting di hadapan ratusan ribu mahasiswa yang mengikuti pembukaan Novo Club Batch 4, baik secara luring maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam forum ini, Mendiktisaintek tidak sekadar memberikan sambutan, melainkan menyampaikan kuliah umum yang sarat substansi.

"Kesesuksesan itu tidak ada kaitannya dengan eksistensi. Kesuksesan ditentukan oleh seberapa keras kita mengejar sukses itu sendiri, seberapa kuat endurance kita untuk terus mengejar mimpi-mimpi kita," kata Brian pada acara Welcoming Novo Club Batch 4 yang diselenggarakan ParagonCorp, dikutip Kamis (30/4/2026).

Kehadiran Mendiktisaintek dalam kegiatan ini dinilai memiliki tujuan strategis. Brian menilai Novo Club bukan sekadar program perusahaan, tetapi menjadi wadah penting yang mempertemukan berbagai elemen yang dibutuhkan generasi muda saat ini.

"Saya sangat mengapresiasi ParagonCorp. Inilah ruang di mana ilmu pengetahuan, kepemimpinan, pengalaman, dan keberanian itu bertemu di Novo Club. Di sinilah gagasan diuji, nilai dibentuk, dan generasi masa depan Indonesia akan menemukan arah perannya," ungkapnya.

Dalam pemaparannya, ia juga memaparkan sejumlah tantangan nyata yang dihadapi Indonesia. Salah satunya tingkat partisipasi pendidikan tinggi pada 2024 tercatat baru mencapai 10,2 persen.

Di sisi lain, daya serap lulusan perguruan tinggi oleh industri masih tertinggal. Indonesia juga diproyeksikan mengalami kekurangan talenta antara 12 hingga 18 juta orang pada 2030, termasuk sekitar 3,8 juta lulusan pendidikan tinggi.

Meski demikian, Brian menegaskan bahwa peluang untuk menjawab tantangan tersebut tetap terbuka lebar.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, kita harus menyadari pentingnya membangun industri yang berbasis riset, sains, dan teknologi sebagai kunci agar Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 8% dan lepas dari middle income trap," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, ia menilai ParagonCorp sebagai contoh industri nasional yang mampu bertahan dan berkembang melalui penguatan inovasi dan riset di tengah persaingan global.

CEO Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI), Salman Subakat, turut menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menciptakan inovasi, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi.

"Teknologi membuka banyak kemungkinan, tetapi yang membedakan adalah pilihan kita: apakah hanya mengikuti, atau berani menciptakan. Novo Club hadir untuk mendorong mahasiswa mengambil peran tersebut dan mulai berkarya," ujarnya.

Pembukaan Batch 4 diselenggarakan secara hybrid. Sebagian peserta hadir langsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sementara peserta lainnya mengikuti dari berbagai wilayah, baik melalui venue regional maupun secara daring.

Peserta berasal dari DKI Jakarta, Bodetabek-Banten, Jawa Barat, Yogyakarta-Magelang, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga wilayah Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Novo Club tidak hanya dirancang sebagai program pelatihan biasa, melainkan sebagai proses pengembangan selama 1,5 tahun. Program ini mengombinasikan pembelajaran dengan praktik langsung di lapangan.

Mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar, merancang solusi yang relevan, serta mengeksekusi proyek hingga memberikan dampak nyata di masyarakat. Pendekatan ini diharapkan membentuk keberanian mahasiswa untuk terus berinovasi bahkan setelah program selesai. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:19
01:18
05:01
01:45
01:05
01:11

Viral