news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • Antara

Sikapi Korban Kecelakaan KRL dari Perempuan, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Segera Perbaiki Transportasi Publik

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) berharap langsung ada perbaikan layanan transportasi publik. Pasalnya, korban kecelakaan KRL didominasi perempuan & pekerja.
Kamis, 30 April 2026 - 14:39 WIB
Reporter:
Editor :

Bekasi, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyikapi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini melibatkan Commuter Line (KRL) dan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026).

Dedi Mulyadi menyoroti korban kecelakaan KRL dihantam kereta api jarak jauh (KAJJ). Berdasarkan data sementara pada Rabu (29/4/2026), korban meninggal dunia menjadi 16 orang.

Dedi Mulyadi mengetahui korban kecelakaan kereta di Bekasi didominasi perempuan. Pasalnya, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya menembus gerbong KRL khusus perempuan.

KDM sapaannya berharap kejadian ini menjadi pengingat bersama. Pemerintah terutama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar wajib membenahi layanan transportasi publik secara total.

"Ke depan paling utama kita harus terus memperbaiki transportasi publik agar aman bagi siapapun baik perempuan maupun laki-laki," ujar Dedi Mulyadi saat melayat ke kediaman mendiang pegawai Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadhynna (23), korban kecelakaan KRL di Tambun, Bekasi, Rabu (29/4/2026).

Alasan Dedi Mulyadi Dorong Perbaikan Transportasi Publik

Gubernur Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Antara

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengatakan, perbaikan ini tidak sekadar menyasar pada layanan untuk perempuan, tetapi juga terhadap laki-laki.

Namun, mantan Bupati Purwakarta ini melihat kebanyakan korban merupakan perempuan sekaligus pekerja. Terlebih lagi, waktu insiden kecelakaan terjadi di jam pulang kerja.

Menurutnya, pemerintah harus menyediakan kenyamanan terhadap layanan transportasi publik. Hal ini menjadi alasan dirinya agar perbaikan dilakukan secara besar-besaran.

"Ketika menunaikan tugas dan kenyamanan harus tetap terjaga dengan baik," jelasnya.

Sosok Para Korban Kecelakaan KRL di Mata KDM

Selain bicara layanan transportasi umum, KDM berbagi pandangannya tentang sosok para korban. Di tengah kunjungan ke kediaman Nur Ainia, ia mengatakan bahwa seluruh korban adalah orang baik.

"Yang pertama, saya bisa merasakan ya orang-orang baik, penyayang," ucapnya.

Gubernur Jabar tersebut memahami insiden ini tidak diinginkan oleh semua orang. Sebab, insiden KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL menyebabkan 16 orang meninggal dunia, sementara total keseluruhan korban mencapai 106 orang.

Ia menyoroti belasan korban yang meninggal dunia. Menurutnya, kepergian mereka berhasil menggetarkan hati masyarakat Indonesia.

"Itu kepergiannya selalu mampu menyentuh hati kita. Saya aja barangkali enggak kenal, enggak pernah lihat, enggak pernah bertemu tapi tersentuh," jelasnya.

Apa Saja Bantuan dari Pemprov Jabar?

Kemudian, pria berusia 55 tahun ini menyampaikan bantuan dari Pemprov Jabar. Kata dia, pemerintah memberikan jaminan biaya medis untuk para korban.

Di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026), Dedi Mulyadi memastikan biaya pengobatan para korban yang kurang akan dibantu oleh Pemprov Jabar.

KDM menyebut bantuan kompensasi dari Pemprov Jabar. Ia mengungkapkan setidaknya pemerintah menyediakan Rp20 miliar untuk kebutuhan biaya pengobatan para korban.

"Kalau ada pasien yang pembayarannya kurang, nanti bisa terkompensasi dari dana Rp20 miliar yang kita siapkan," terangnya.

Sementara, para korban juga mendapatkan bantuan santunan sebanyak Rp10 juta. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para korban ketika tidak bisa bekerja.

Ia menambahkan, santunan untuk para korban meninggal dunia, Pemprov Jabar menyalurkan santunan sebanyak Rp50 juta. Ia menegaskan, pemerintah juga akan menambahkan bantuan Rp15 juta sebagai dukungan penanganan di rumah sakit.

Diketahui, peristiwa kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur mengguncang publik. Awal mula insiden ini diduga akibat taksi online mogok di tengah perlintasan sebidang di Jalan Ampera Bekasi.

Rangkaian KRL harus dievakuasi. PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) harus menetapkan statusnya sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181.

Peristiwa KRL kode 5181 tertemper taksi membuat rangkaian KRL kode PLB 5568 berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun keputusan ini mengakibatkan KA Argo Bromo Anggrek menembus gerbong belakang KRL khusus wanita.

Daftar 16 nama korban meninggal dunia, di antaranya Nur Alimantun Citra Lestari (19), Farida Utami (50), Vica Acnia Fratiwi (23), Ida Nuraida (48), Gita Septia Wardany (20), Arinjani Novita Sari (25), Nur Ainia Eka Rahmadhyyna, Tutik Anitasari (31), Harum Anjasari (27), Fatmawati Rahmayani (29), Nuryati (41), Nurlaela (39), Enggar Retno Krisjayanti (35), Mia Citra Rumaisha (25), Ristuti Kustirahayu, Adelia Rifani.

Sementara, kecelakaan KRL di Bekasi Timur juga mengakibatkan sekitar 90 orang luka. Adapun total keseluruhan korban insiden ini sebanyak 106 orang.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:19
01:18
05:01
01:45
01:05
01:11

Viral