news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Rupiah Melemah Ritel Justru Panen Peluang, HIPPINDO Bidik Turis dan Investor Asing Serbu Indonesia

Pelemahan rupiah 17.346 per US$ di tengah ketidakpastian global justru dibaca sebagai peluang oleh pelaku industri ritel.
Kamis, 30 April 2026 - 19:37 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pelemahan rupiah 17.346 per US$ di tengah ketidakpastian global justru dibaca sebagai peluang oleh pelaku industri ritel.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah menilai, Indonesia berpotensi menjadi magnet baru bagi wisatawan dan investor asing yang mencari pasar alternatif.

Menurutnya, kondisi global yang bergejolak mendorong pergeseran arus ekonomi, yang bisa dimanfaatkan untuk menguatkan sektor perdagangan dalam negeri, khususnya ritel, kuliner, dan gaya hidup.

“Kita harapkan dengan situasi global ini Indonesia paling nggak turisnya gabung masuk ke Indonesia dulu. Jadi kami melihat peluang untuk sektor retail, perdagangan dalam negeri tadi belanja Indonesia, terus juga makan-minum masih bisa kita kembangkan,” jelas dia, di Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).

Di tengah dinamika industri, ia mengakui adanya penutupan sejumlah gerai ritel besar. Namun, fenomena tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pelemahan sektor, melainkan bagian dari pergeseran merek dan strategi bisnis.

“Masih banyak pembukaan toko baru walaupun ada yang tutup ya, kayak tadi Matahari memang ada tutup, lalu H&M itu tutup tapi tempat tokonya yang ada tuh diganti merek. Ya, jadi ganti merek sehingga tetap ada retailnya,” ungkapnya.

Budihardjo menekankan, pelemahan rupiah justru membuat Indonesia lebih kompetitif di mata wisatawan mancanegara, karena daya beli mereka meningkat saat bertransaksi di dalam negeri.

“Nah, peluang global ini mau kita ambil dari ya sebenarnya pelemahan rupiah tuh ada momentum bagus juga jadi Indonesia jadi murah gitu kan buat negara-negara orang yang mau belanja itu dengan uang dolarnya gitu ya,” kata dia.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas pasokan barang agar momentum tersebut tidak terbuang sia-sia.

“Jadi ada plus-minusnya. Ya yang penting itu stabil jangan sampai barang kosong, stok mesti cukup. Karena pada saat semuanya ada orang belanja harus ada barangnya gitu ya,” tukasnya.

Lebih jauh, ia melihat perubahan geopolitik global, khususnya di Timur Tengah, membuka peluang relokasi aktivitas bisnis ke kawasan Asia, termasuk Indonesia.

“Kita harus tekankan sekarang kalau pada saat luar negeri lagi ke Timur Tengah kan banyak yang pindah. Jadi Dubai itu banyak orang pindah kantor ke Hong Kong, ke Singapura. Nah, bagaimana Indonesia ini menarik mereka? Jadi menurut saya ini dengan adanya situasi perubahan ini ada peluang-peluang,” jelas Budihardjo.

Ia juga mengungkapkan mulai meningkatnya minat investor asing yang melirik Indonesia sebagai tujuan baru investasi di tengah ketidakpastian global.

“Jadi sekarang banyak sekali investor asing datang ke Indonesia untuk melihat untuk membawa uangnya. Karena sekarang kan Timur Tengah lagi kurang baik ya, jadi banyak yang memindahkan kantornya gitu, investasinya,” tandas dia. (agr/iwh)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:19
01:18
05:01
01:45
01:05
01:11

Viral