- Kurnia Dwi Hapsari
Dua Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek Dirujuk, RSUD Bekasi Akui Keterbatasan Fasilitas Medis
Bekasi, tvOnenews.com – Penanganan korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di wilayah Bekasi masih terus berlangsung. RSUD Kota Bekasi mengambil langkah merujuk dua pasien ke rumah sakit tipe A demi memastikan penanganan medis yang lebih optimal.
Keputusan tersebut diambil menyusul kondisi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dengan fasilitas medis yang lebih lengkap. Wakil Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, dr. Sudirman, mengungkapkan bahwa proses rujukan dilakukan pada Rabu, 29 April 2026.
“Kemarin ada dua pasien yang kami rujuk, itu yang sudah bisa kami sampaikan,” ujar Sudirman saat ditemui di RSUD Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026).
Butuh Alat Medis Lebih Canggih
Sudirman menjelaskan bahwa RSUD Kota Bekasi saat ini masih berstatus sebagai rumah sakit tipe B. Artinya, fasilitas dan peralatan medis yang dimiliki belum sepenuhnya mampu menangani kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Menurutnya, kondisi dua pasien tersebut memerlukan pemantauan intensif serta teknologi medis yang lebih canggih, yang belum tersedia di RSUD Bekasi.
“Pasien ini membutuhkan pengawasan lebih ketat dan sarana yang lebih lengkap. Kami tentu ingin memastikan mereka mendapatkan penanganan terbaik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keputusan rujukan bukan semata karena keterbatasan, tetapi juga sebagai upaya memberikan layanan kesehatan yang lebih memadai bagi korban.
“Kami mencari fasilitas yang lebih siap dan lebih lengkap agar penanganannya bisa maksimal,” lanjut Sudirman.
Keterbatasan Tenaga Spesialis
Selain faktor alat medis, keterbatasan tenaga dokter spesialis juga menjadi pertimbangan penting dalam proses rujukan. Sudirman mengakui bahwa jumlah korban yang cukup banyak membuat tenaga medis harus membagi fokus penanganan.
Hal ini berpotensi memengaruhi intensitas perawatan pasien jika tidak segera diantisipasi dengan langkah strategis.
“Jumlah korban cukup banyak, sementara dokter spesialis kami juga terbatas. Jadi fokus penanganan harus dibagi,” ungkapnya.
Dalam situasi seperti ini, RSUD Bekasi memilih untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI), guna memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang layak.