- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Sidak Tambang Batu Kapur Karawang, Dedi Mulyadi Heran Dulu Minta Ditutup tapi Kini Harap Dibuka Lagi: Saya Gak Suka
Karawang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi kembali menyidak tambang batu kapur di wilayah Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Kamis (30/4/2026).
Dedi Mulyadi didampingi Wakil Bupati Karawang, H. Maslani dan jajaran. Dalam kunjungan itu, ia memfokuskan evaluasi perusahaan terhadap dokumen AMDAL dan legalitas perizinan operasional.
Di tengah itu, Dedi Mulyadi dihampiri oleh Kades Tamansari, Pangkalan, Karawang, Ai Ratnaningsih. Tujuannya menyampaikan suara masyarakat menyikapi perizinan tambang pabrik semen PT Mas Putih Belitung di Desa Tamansari, Pangkalan, Karawang.
KDM sapaan akrabnya kembali bertanya alasan warga unjuk rasa meminta pemerintah mengevaluasi kegiatan pertambangan pada 2025. Pasalnya, lokasi tambang berada di kawasan karst Karawang.
"Ibu dulu dan masyarakat protesnya karena apa? Apa pelanggaran yang dilakukan yang dirasakan oleh warga?," tanya Dedi Mulyadi dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Sabtu (2/5/2026).
Dedi Mulyadi Temukan Fakta Terbaru Alasan Tambang di Karst Karawang Minta Ditutup
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi memahami salah satu keresahan warga akibat perusahaan tidak berkomunikasi. Menurutnya, hal itu bukan menjadi permasalahan utama.
"Bukan karena tidak ngobrol dengan Kades, bukan karena tidak baik dengan tokoh masyarakat, saya nggak mau bukan itu standarnya," terangnya.
Ia menyimpulkan penyebab warga unjuk rasa karena berkaitan dengan kondisi lingkungan. Keberadaan tambang kapur untuk pabrik semen dinilai tidak memenuhi standar lingkungan.
"Standarnya ingin lingkungan yang ada teknokraktiknya kan," lanjutnya.
Ai Ratnaningsih mengatakan, salah satu poin dari unjuk rasa tahun lalu terletak pada dampak kendaraan. Banyak mobil bermuatan besar melintasi jalan di Pangkalan hingga Tegalwaru, Karawang.
"Waktu itu salah satu penuntutannya karena memang jalan (rusak)," ungkap Ai.
KDM tidak membantah hal tersebut. Truk hingga kontainer bermuatan besar dari pabrik pertambangan itu membuat kondisi jalan rusak.
"Artinya, truknya melewati jalan, akhirnya terjadi kerusakan jalan. Pertanyaannya adalah selain perusahaan ini, ada nggak yang truk, kontainernya gede-gede lewat sini?," tanya KDM lagi.