news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di acara Milangkala Tatar Sunda di Sumedang, Sabtu (2/5/2026)..
Sumber :
  • Ilham Nugraha-Antara

Milangkala Tatar Sunda Ditetapkan Jadi Agenda Rutin Tahunan, Dedi Mulyadi: Sudah Disetujui Mendagri

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kebijakan ini diperkuat dengan penetapan Pergub yang disetujui Kemendagri.
Minggu, 3 Mei 2026 - 13:31 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda.

Penetapan tersebut diformalkan melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda.

Disebutkan bahwa Hari Tatar Sunda tidak hanya menambah kalender peringatan daerah, tapi juga upaya mengembalikan jati diri masyarakat Jawa Barat ke akar tradisi yang telah berusia lebih dari satu milenium.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan Milangkala Tatar Sunda menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya bersifat seremonial, tapi juga punya nilai historis, identitas dan ekonomi yang berkelanjutan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kebijakan ini diperkuat dengan penetapan Pergub yang disetujui Kemendagri.

“Kegiatan ini rutin. Makanya lahirlah yang disebut dengan Milangkala Tatar Sunda. Nanti ditetapkannya dalam Pergub. Sudah persetujuan Mendagri tanggal 18 Mei,” katanya, Sabtu (2/5/2026). 

Kang Dedi Mulyadi atau KDM mengatakan cakupan Milangkala Tatar Sunda tidak hanya terbatas pada wilayah administrasi Jawa Barat saja, tapi juga bisa melibatkan wilayah lain yang memiliki keterikatan dengan budaya Sunda seperti Banten.

“Teman-teman yang dari Banten katakan, masuk Tatar Sunda. Kemudian sebagian dari wilayah Jawa Tengah juga ada desa-desanya yang itu masih bertradisi Sunda. Nah, itu mereka bisa menjadi bagian untuk diingatkan,” katanya. 

Pada tahun ini, puncak peringatan akan digelar dalam bentuk drama musikal di kawasan Gedung Sate.

“Dari sini (Sumedang) ke induknya, dulu ke Kawali. Dari Kawali nanti melewati Cianjur. Mudah-mudahan ke depan semua wilayah yang dilalui itu bisa ikut terlibat. Tidak lagi terbatas seperti sekarang karena masih ada keterbatasan waktu,” terangnya. 

Menurut KDM, karena diagendakan rutin, Milangkala Tatar Sunda memiliki potensi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat terutama melalui penguatan sektor UMKM dan pariwisata.

“Kalau setiap perayaan kegiatan selalu melahirkan UMKM. Dan yang paling utama nanti ya karena mungkin tahun ini mendadak. Tahun depan Sumedang sudah berdandan agar lebih siap,” pungkasnya. (ant/nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:19
00:56
01:17
00:47
01:51
01:23

Viral