- jabarprov.go.id
Gebrakan Baru Dedi Mulyadi, Jatinangor Siap Disulap Jadi 'Kota Pelajar', Kawasan Pendidikan Terpadu
tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengambil langkah serius dalam menata wilayah Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menjadi kawasan pendidikan terpadu.
Penataan ini digagas untuk memperkuat posisi Jatinangor sebagai pusat pendidikan tinggi sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih modern, aman, dan terintegrasi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa rencana tersebut bukan sekadar wacana, melainkan sudah memasuki tahap persiapan yang matang.
Ia bahkan menyebut konsep ini sebagai “Kota Pelajar Jatinangor”.
“Pemprov sudah sangat siap menata, dan itu menjadi kawasan baru yaitu kawasan pendidikan atau dalam bahasa saya Kota Pelajar Jatinangor,” ujar Dedi Mulyadi, Minggu (3/5/3036), dilansir dari Antara.
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Menurut Dedi, penataan kawasan tidak bisa dilakukan secara sepihak.
Pemerintah perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama pimpinan perguruan tinggi yang berada di kawasan tersebut.
Ia pun telah meminta para rektor untuk duduk bersama merumuskan konsep pengembangan Jatinangor secara menyeluruh.
“Jadi saya sudah meminta waktu itu pada teman-teman perguruan tinggi untuk merumuskan secara bersama-sama karena itu kawasan pendidikan, sehingga merumuskan cara bersama bagaimana menata kawasan itu sebagai kawasan pendidikan terpadu,” jelasnya.
Kawasan Strategis Pendidikan Tinggi
Jatinangor selama ini dikenal sebagai salah satu simpul penting pendidikan tinggi di Jawa Barat.
- Antara
Keberadaan berbagai perguruan tinggi dengan beragam disiplin ilmu, mulai dari teknik, pemerintahan hingga ilmu sosial, menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terintegrasi.
Dengan penataan yang tepat, Jatinangor diharapkan tidak hanya menjadi lokasi kampus, tetapi juga berkembang sebagai ekosistem pendidikan yang saling terhubung dan mendukung satu sama lain.
Dedi menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung dari sisi pembiayaan untuk merealisasikan rencana tersebut.
Ia memberikan keleluasaan kepada para rektor untuk merancang konsep terbaik sebelum dihitung kebutuhan anggarannya.
“Saya meminta pada rektor-rektor itu, silakan berkumpul, silakan rumuskan kawasan itu secara bersama-sama. Nanti kita hitung pembiayaannya,” tambahnya.