- Ilham Nugraha-Antara
Soroti Tingginya Aktivitas Kendaraan Besar di Jatinangor, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai di Kawasan Perguruan Tinggi Mahasiswa Nyebrang Saja Tidak Bisa
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti tingginya aktivitas kendaraan besar di Jatinangor.
Adapun Jatinangor merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Beberapa kampus berdiri berdekatan di wilayah ini antara lain Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin), Institut Teknologi Bandung (ITB) kampus Jatinangor dan Universitas Padjadjaran (Unpad) kampus Jatinangor.
Menurut Dedi Mulyadi, keberadaan sejumlah perguruan tinggi itu menjadikan Jatinangor sebagai simpul strategis pendidikan tinggi di Jawa Barat.
Ditambah lagi kampus-kampus tersebut terdiri dari beragam disiplin ilmu mulai dari teknik, pemerintahan hingga sosial yang saling melengkapi dalam satu kawasan.
Menurut Kang Dedi Mulyadi atau KDM, tingginya aktivitas kendaraan yang kerap mengganggu keselamatan pejalan kaki khususnya mahasiswa di lingkungan kampus tersebut merupakan salah satu persoalan yang harus segera dibenahi.
“Jangan sampai di kawasan perguruan tinggi nyebrang saja tidak bisa karena kendaraan besar. Nah, itu kan harus dibuat (solusinya),” kata KDM di Sumedang, Minggu (3/5/2026).
Oleh karena itu, dia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menata wilayah Jatinangor sebagai kawasan pendidikan terpadu.
Tujuannya, yakni untuk memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan tinggi.
Bahkan, KDM sudah punya sebutan khusus untuk wilayah ini. Dia menyebutnya sebagai “Kota Pelajar Jatinangor”.
Dedi Mulyadi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah konkret dalam penataan tersebut sebagai kawasan pendidikan yang terintegrasi.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah sangat siap menata dan itu menjadi kawasan baru, yaitu kawasan pendidikan atau dalam bahasa saya Kota Pelajar Jatinangor," ujar Dedi Mulyadi.
Meski begitu, menurut dia, penataan ini harus dirancang bersama para pimpinan perguruan tinggi untuk merumuskan konsep pengembangan kawasan secara terintegrasi.
“Jadi saya sudah meminta waktu itu pada teman-teman perguruan tinggi untuk merumuskan secara bersama-sama karena itu kawasan pendidikan sehingga merumuskan cara bersama bagaimana menata kawasan itu sebagai kawasan pendidikan terpadu,” terangnya.
Dia pun meminta rektor-rektor untuk berkumpul lantaran dari pihaknya siap mendukung pembiayaan yang dibutuhkan dalam proses penataan kawasan Jatinangor tersebut.