- istimewa
Disaksikan Ribuan Warga, Bupati Bogor Desak Dedi Mulyadi Buka Kembali Tambang Berizin: Tolong Kami
"Mungkin pengaduan rintihan kami ini tidak begitu didengar. Kita pure dari masyarakat, tidak ada buzzer, tidak ada apa," lanjutnya.
Ia menjelaskan, penutupan tambang yang bermula dari surat edaran gubernur pada 26 September 2025 telah memukul penghidupan warga di Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang.
"Tuntutan kita cuma simple sebetulnya. Tambang dibuka kembali supaya ada aktivitas masyarakat," ujarnya.
Asep Fadlan menyebut jumlah warga terdampak mencapai puluhan ribu jiwa di tiga kecamatan tersebut.
Ia menilai angka itu lebih besar dari data resmi karena pendataan awal dilakukan secara singkat oleh pemerintah desa.
Selain menuntut pembukaan kembali tambang, massa juga menagih janji gubernur terkait bantuan sosial bagi warga terdampak serta pembangunan jalur khusus tambang.
"Bukan kita yang meminta, Pak Gubernur yang meminta bahwa akan memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak," kata dia.
Ia menilai, tujuh bulan tanpa aktivitas tambang telah mendorong wilayah tersebut ke kondisi darurat ekonomi sosial.
"Sudah banyak tingkat kriminal. Masyarakat ketika dipaksakan untuk beralih profesi, ya nggak bisa segampang itu," katanya.
Koordinator Wilayah Rumpin, Asep Muris, menggambarkan kondisi warga yang kian sulit.
Menurutnya, sebagian warga kini mengambil batu dari pinggir kali dan tepi jalan untuk dipecah dan dijual demi bertahan hidup.
"Kalau bertani, karena memang gunungnya sudah dijual. Termasuk sawah-sawah juga sudah dijual. Sudah tidak ada lagi," kata Asep Muris.
Ia menambahkan, jeratan pinjaman online dan penarikan kendaraan oleh leasing turut memperparah kondisi warga.
Bahkan, angka perceraian di wilayah Rumpin disebut meningkat sejak aktivitas tambang berhenti. (aag)