news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Agus Harimurti Yudhoyono AHY.
Sumber :
  • tvOnenews/Syifa Aulia

AHY Beberkan Ancaman Penurunan Tanah di Jakarta–Semarang, Pemerintah Siapkan Giant Sea Wall Pantura

AHY ungkap penurunan tanah paling parah di Jakarta dan Semarang. Pemerintah siapkan Giant Sea Wall Pantura hadapi ancaman banjir rob.
Senin, 4 Mei 2026 - 19:30 WIB
Reporter:
Editor :

Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir rob dan melindungi wilayah pesisir dari ancaman kenaikan air laut.

AHY menegaskan bahwa langkah ini harus segera direalisasikan guna mencegah risiko bencana yang lebih besar di masa depan.

Risiko Krisis Air dan Dampak Ekonomi

Selain ancaman banjir, AHY juga menyoroti potensi krisis air yang dapat terjadi akibat perubahan kondisi lingkungan tersebut.

Menurutnya, Indonesia tidak hanya menghadapi kelebihan air dalam bentuk banjir, tetapi juga berpotensi mengalami kekurangan air bersih di sejumlah wilayah.

“Bukan hanya menghadapi kelebihan air dalam bentuk banjir, tapi juga kelangkaan dan krisis air yang harus ditangani serius,” ujarnya.

Pantura Punya Peran Besar terhadap Ekonomi Nasional

AHY menekankan bahwa wilayah Pantura memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Jika tidak ditangani dengan baik, dampak kerusakan di kawasan ini dapat memicu kerugian besar.

Ia menyebut kontribusi ekonomi dari kawasan Pantura mencapai sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Angka tersebut menunjukkan bahwa perlindungan kawasan pesisir bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi Indonesia.

Ancaman Nyata yang Perlu Penanganan Cepat

Fenomena penurunan tanah dan kenaikan permukaan air laut menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan masyarakat.

Tanpa langkah penanganan yang cepat dan terintegrasi, risiko kerusakan lingkungan, kerugian ekonomi, hingga dampak sosial diperkirakan akan semakin besar. (saa/nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
00:58
00:49
04:00
02:43
01:22

Viral