- via X/_urcoffeemate
Polda Metro Jaya Periksa Pihak Green SM Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi, Sebelumnya Sempat Ditunda
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi masih terus mengusut kasus taksi tertemper KRL dan kecelakaan kereta api KA Argo Bromo Anggrek 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan pihaknya akan memeriksa pihak taksi Green SM pada Selasa (5/5/2026) setelah sebelumnya sempat dilakukan penundaan.
“Saksi yang akan diperiksa pada 5 Mei 2026, yaitu saksi dari PT VinFast Auto,” kata Budi, kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).
Budi mengungkapkan pihaknya juga akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi taksi Green SM pada Kamis (7/5/2026) mendatang.
“7 Mei 2026 ada pemeriksaan lanjutan terhadap Richard Rudolf Passelima selaku pengemudi taksi Green SM bersama Pusat Laboratorium Forensik,” jelas Budi.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan memeriksa Petugas Pengawas Selatan dan Kepala Sintel pada 8 Mei 2026 mendatang.
“Adapun yang masih dalam proses pemanggilan, yaitu saksi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Agus Puryantoko, Catur Nugroho, Muhammad Arif Hosen dan Fajar Karisma Putra,” tuturnya.
Insiden taksi tertemper KRL yang diduga memicu tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur ini naik ke tahap penyidikan.
Budi menerangkan saat ini perkara tersebut ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Terkait update perkara kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur ini ditangani dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dan ini sudah naik tingkat penyidikan, tahap penyidikan,” kata Budi di Monas, Kamis (30/4/2026).
Saat ini pihaknya telah melakukan cek TKP, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti serta pendalaman CCTV.
Budi mengatakan saat ini Puslabfor Mabes Polri juga sudah turun tangan untuk melihat penyebab apakah ini karena sistem kelistrikan atau apakah sinyal dari komunikasi yang terputus.
“Nah, ini masih kita dalami karena memang kita melihat kejadian baru beberapa hari lalu,” ungkap Budi. (ars/nsi)