- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Rp10,65 Triliun Digelontorkan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera Dikebut, Huntara Nyaris Tuntas
Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah pusat mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Dana jumbo senilai Rp10,65 triliun telah dikucurkan penuh ke daerah, menandai fase krusial percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak.
Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Amran menegaskan, bahwa komitmen pemerintah terlihat nyata melalui distribusi anggaran yang telah rampung diterima pemerintah daerah.
“Dengan kita bisa lihat bahwa telah ada transfer ke daerah sebesar Rp10,65 triliun rupiah yang sudah diterima semua oleh daerah, dan secara bertahap dan tuntas pada 4 Mei yang lalu,” tuturnya, di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Dana tersebut dialokasikan untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—tiga daerah yang menjadi fokus utama penanganan pascabencana.
Menurut Amran, dengan tuntasnya transfer anggaran, pemerintah daerah kini memiliki kapasitas penuh untuk mengeksekusi program rehabilitasi dan rekonstruksi secara maksimal.
“Artinya pemerintah daerah sudah menerima semua anggaran dan hal-hal untuk mendukung kegiatan penanggulangan terkait dengan rehabilitasi dan konstruksi sudah bisa terlaksana secara maksimal di daerah,” jelas dia.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk memperkuat daya dukung fiskal di wilayah terdampak.
Di sektor hunian, progres penanganan menunjukkan perkembangan signifikan. Dana Tunggu Hunian (DTH) telah tersalurkan sepenuhnya, sementara pembangunan hunian sementara hampir mencapai garis akhir.
“Kemudian kita bisa lihat beberapa data bahwa untuk anggaran terkait dengan Dana Tunggu Hunian (DTH) itu sudah 100 persen semua diterima oleh daerah di tiga provinsi ya, dan sudah terlihat 100 persen,” ungkapnya.
“Huntara (Hunian Sementara) sudah 93 persen. Ini sudah hampir tuntas secara keseluruhan ya, karena memang target kita supaya masyarakat semuanya bisa terfasilitasi untuk tinggal di Huntara, dan tentunya Huntap (Hunian Tetap) akan bertahap karena Huntap ini butuh waktu untuk penyelesaian,” lanjut dia.
Meski hunian sementara hampir rampung, pembangunan hunian tetap (Huntap) diakui membutuhkan waktu lebih panjang karena kompleksitas konstruksi dan kebutuhan perencanaan jangka panjang.