news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Juru Bicara Satgas PRR Amran.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar

Tinggal 27 Titik Lumpur di Aceh, Satgas PRR Sebut Pemulihan Pascabencana Hampir Rampung

Satgas PRR menyebut pembersihan lumpur pascabencana di Aceh hampir selesai. Tinggal 27 titik tersisa dari total 634 lokasi terdampak.
Rabu, 6 Mei 2026 - 16:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Upaya pembersihan lumpur pascabencana di Aceh kini memasuki tahap akhir. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) menyebut proses penanganan dampak bencana di wilayah Sumatera menunjukkan progres signifikan, terutama di Provinsi Aceh.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran, mengatakan pembersihan lumpur pascabencana di Aceh saat ini sudah hampir tuntas dengan tingkat penyelesaian mencapai 95,78 persen.

“Kondisi untuk pembersihan lumpur ya, sudah signifikan hampir tuntas ya,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

Menurut Satgas PRR, dari total 634 titik terdampak lumpur di Aceh, kini hanya tersisa 27 lokasi yang masih dalam proses penanganan.

“Itu pun tinggal 27 lokasi di Provinsi Aceh dari 634 lokasi. Jadi sudah sangat besar, 95,78 persen terselesaikan,” jelas Amran.

Aceh Jadi Fokus Tahap Akhir Pemulihan Pascabencana

Pembersihan lumpur di Aceh menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.

Satgas PRR menilai capaian pemulihan di Aceh menunjukkan percepatan yang cukup signifikan dibanding kondisi awal saat ratusan titik terdampak masih dipenuhi lumpur.

Saat ini, proses pembersihan di Aceh difokuskan pada titik-titik yang tersisa agar seluruh wilayah terdampak dapat kembali pulih sepenuhnya.

Selain Aceh, progres pemulihan pascabencana di provinsi lain juga menunjukkan perkembangan positif.

Sumbar Bersih 100 Persen, Sumut Tinggal Satu Lokasi

Satgas PRR mencatat seluruh titik terdampak lumpur di Sumatera Barat kini telah dibersihkan sepenuhnya.

“Di Sumbar sudah tidak ada lagi, semuanya sudah bersih,” kata Amran.

Sementara itu, di Sumatera Utara proses pemulihan hampir selesai dengan hanya menyisakan satu lokasi pengerjaan.

“Di Provinsi Sumut tinggal satu lokasi,” lanjutnya.

Percepatan penanganan lumpur di tiga provinsi tersebut disebut menjadi bagian penting dalam proses pemulihan aktivitas masyarakat pascabencana.

Pemerintah menilai keberhasilan membersihkan wilayah terdampak akan membantu mempercepat normalisasi aktivitas ekonomi, transportasi, hingga pelayanan publik.

Jalan Nasional Sudah Kembali Normal

Selain pembersihan lumpur, Satgas PRR juga memastikan akses jalan nasional yang sebelumnya terdampak bencana kini telah pulih sepenuhnya.

Jalur yang sempat terputus akibat bencana alam disebut sudah kembali dapat digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.

Pemulihan infrastruktur tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam percepatan rehabilitasi wilayah terdampak di Sumatera.

Kembalinya akses jalan nasional diharapkan dapat mendukung distribusi logistik, aktivitas perdagangan, serta mobilitas masyarakat di daerah terdampak.

Fokus Bergeser ke Drainase dan Parit

Meski progres pemulihan pascabencana di Aceh dan wilayah lain terus menunjukkan perkembangan positif, Satgas PRR menegaskan pekerjaan belum sepenuhnya selesai.

Tahap akhir penanganan kini difokuskan pada pembersihan lumpur di area-area sempit seperti drainase, saluran air, hingga parit yang masih tertimbun material lumpur.

“Saat sekarang ini tinggal pembersihan di drainase ataupun parit, tanah lumpur yang tertimbun,” ujar Amran.

Pemerintah berharap proses pembersihan sisa lumpur di Aceh dapat segera diselesaikan sehingga seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

Dengan tersisanya 27 titik lumpur di Aceh, Satgas PRR optimistis tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat. (agr/nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:17
01:53
05:06
05:41
00:54
07:47

Viral