- Antara Foto
PSI Tegaskan Kasus Grace Natalie Bersifat Pribadi, Tidak Ada Bantuan Hukum dari Partai
Grace Natalie kemudian menjelaskan beberapa alasan mengapa dirinya menilai pernyataan tersebut sensitif jika disampaikan di ruang publik, terutama oleh tokoh nasional.
Salah satu poin yang disampaikan Grace Natalie adalah kekhawatiran soal potensi potongan video digunakan pihak tertentu untuk membenarkan tindakan radikal.
“Meskipun mungkin maksud sebenarnya adalah untuk menjelaskan sosiologi konflik. Tetapi di era digital seperti saat ini, begitu mudah video itu dipotong, diedit, dan digunakan oleh pihak ekstrem untuk membenarkan radikalisme,” ujar Grace Natalie.
Selain itu, Grace Natalie juga mengingatkan pentingnya menjaga sensitivitas antarumat beragama agar tidak memicu polarisasi di masyarakat.
Grace Natalie Dilaporkan Bersama Ade Armando dan Abu Janda
Polemik tersebut kemudian berlanjut ke ranah hukum. Sebanyak 40 organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama melaporkan Grace Natalie ke Bareskrim Polri.
Selain Grace Natalie, dua nama lain yang turut dilaporkan yakni Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda.
Perwakilan LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid, mengatakan laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian.
“Laporan kepolisian yang kita buat dengan terlapor Saudara Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie sudah diterima oleh kepolisian,” ujar Syaefullah Hamid di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 4 Mei 2026.
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI
Di tengah polemik yang berkembang, PSI juga mengumumkan Ade Armando resmi mengundurkan diri dari partai.
Mad Ali mengatakan keputusan itu diambil setelah adanya diskusi internal di DPP PSI terkait situasi yang berkembang beberapa waktu terakhir.
Menurut PSI, Ade Armando memilih mundur karena menyadari setiap pandangan politik yang disampaikannya kerap dikaitkan dengan partai.
“Semenjak tadi malam jam 7 Bang Ade bukan kader PSI,” kata Mad Ali.
PSI mengaku menghormati kebebasan berpendapat Ade Armando, namun di sisi lain partai juga tidak ingin seluruh pandangan pribadi kader selalu dianggap sebagai sikap resmi PSI.
Mad Ali bahkan menyebut kepergian Ade Armando menjadi kehilangan besar bagi internal PSI karena selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh diskusi dan pemikir di partai tersebut.