- Abdul Gani Siregar
ASEAN Soroti Langkah Baru Myanmar, Sugiono Sebut Pemindahan Aung San Suu Kyi Jadi Sinyal Positif
Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyoroti perkembangan terbaru situasi politik di Myanmar dalam forum ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) pada rangkaian KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menilai pemindahan eks pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, ke tahanan rumah menjadi salah satu perkembangan positif di tengah krisis politik berkepanjangan yang melanda negara itu sejak kudeta militer 2021.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat ASEAN terus memantau kondisi Myanmar secara intensif, terutama terkait upaya stabilisasi politik dan penghentian kekerasan yang masih terjadi di berbagai wilayah.
“Di Myanmar, kami terus mengikuti situasi dengan cermat dan juga ingin memuji kepemimpinan Anda dan Utusan Khusus untuk Myanmar,” kata Sugiono dalam forum tersebut.
ASEAN Pantau Ketat Situasi Politik Myanmar
Sugiono menyebut ASEAN tetap memberikan perhatian serius terhadap perkembangan di Myanmar, termasuk berbagai langkah terbaru yang dilakukan pemerintahan baru negara tersebut.
Menurut dia, pembebasan sejumlah tahanan politik hingga pemindahan Aung San Suu Kyi ke tahanan rumah menjadi sinyal yang memberi harapan terhadap arah baru proses politik Myanmar.
“Pembebasan tahanan politik dan laporan pemindahan Daw Aung San Suu Kyi ke tahanan rumah menunjukkan sikap positif dan kemajuan menuju lintasan positif,” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi sorotan penting dalam forum ASEAN karena Myanmar masih menjadi salah satu isu utama yang memengaruhi stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Sugiono juga menyoroti adanya upaya dari pemerintahan baru Myanmar yang mulai membuka ruang keterlibatan dengan berbagai pihak serta pemangku kepentingan terkait.
“Kami juga ingin mencatat upaya pemerintah baru untuk melibatkan semua pihak dan pemangku kepentingan yang relevan,” tutur Sugiono.
ASEAN Dorong Stabilitas dan Pengurangan Kekerasan
Meski melihat adanya perkembangan positif, ASEAN tetap menegaskan bahwa pemulihan situasi di Myanmar membutuhkan langkah konkret dan kerja sama yang lebih erat dengan negara-negara kawasan.
Sugiono menekankan pentingnya kolaborasi antara Myanmar dan ASEAN guna memulihkan stabilitas nasional serta menurunkan eskalasi konflik yang selama ini berlangsung.
“Ini adalah perkembangan yang positif. Kami juga mendorong pemerintahan baru untuk bekerja sama dengan ASEAN untuk memulihkan stabilitas, mengurangi eskalasi kekerasan, dan memastikan keamanan bantuan kemanusiaan,” katanya.
Menurut Sugiono, ASEAN akan terus mengambil peran aktif untuk membantu Myanmar keluar dari krisis politik yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir.
“Jadi kami, sebagai ASEAN, akan bekerja sama untuk membantu Myanmar dalam proses memulihkan stabilitas,” tandasnya.
Aung San Suu Kyi Dipindahkan ke Tahanan Rumah
Sebelumnya, media di Myanmar melaporkan bahwa Aung San Suu Kyi resmi dipindahkan ke tahanan rumah pada 30 April 2026. Keputusan tersebut diambil setelah tokoh berusia 80 tahun itu menjalani penahanan selama lima tahun sejak kudeta militer menggulingkan pemerintahannya pada 2021.
Tim kuasa hukum Suu Kyi menyebut sisa masa hukuman kini dijalani di lokasi yang telah ditentukan oleh otoritas Myanmar.
Pemindahan itu langsung memicu perhatian internasional, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan keputusan mengubah status hukuman Suu Kyi menjadi tahanan rumah dapat menjadi langkah penting dalam membangun proses politik yang lebih kredibel di Myanmar.
Respons positif dari komunitas internasional tersebut memperkuat perhatian ASEAN terhadap perkembangan terbaru di negara anggota tersebut.
Krisis Myanmar Jadi Tantangan Diplomasi ASEAN
Krisis politik Myanmar selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi diplomasi dan soliditas ASEAN. Sejak kudeta militer 2021, konflik internal di negara itu terus memicu kekerasan, gelombang pengungsian, hingga persoalan kemanusiaan yang mendapat sorotan dunia internasional.
Dalam berbagai forum regional, ASEAN berulang kali mendorong implementasi konsensus lima poin sebagai jalan penyelesaian konflik Myanmar. Namun hingga kini, upaya tersebut masih menghadapi berbagai hambatan di lapangan.
Perkembangan terbaru terkait Aung San Suu Kyi dinilai menjadi momentum baru yang dapat membuka ruang dialog politik lebih luas di Myanmar.
Karena itu, pembahasan mengenai Myanmar kembali menjadi salah satu agenda utama dalam ASEAN Foreign Ministers’ Meeting pada KTT ASEAN ke-48 di Filipina. (agr/nsp)