- YouTube/GubSherly
Biaya Ditanggung Pemprov, Sherly Tjoanda Umumkan Program Kedinasan untuk Pelajar Malut: Kuota Terbatas
Salah satu poin penting dalam program ini adalah skema pembiayaan yang bersifat kolaboratif.
Sherly Tjoanda menyebutkan bahwa Pemprov Maluku Utara berkomitmen untuk menanggung 60 persen biaya pendidikan, sementara 40 persen sisanya ditanggung oleh peserta atau wali murid.
Pembagian beban biaya ini dilakukan bukan tanpa alasan. Sherly menekankan bahwa kontribusi 40% dari pihak siswa merupakan bentuk komitmen dan keseriusan peserta dalam menempuh pendidikan.
"60 (persen) ditanggung oleh pemerintah provinsi, 40 (persen) ditanggung oleh peserta untuk menunjukkan komitmennya," tegas Sherly.
Sherly Tjoanda: Seleksi transparan, kuota terbatas
- YouTube/GubSherly
Meski kesempatan ini terbuka luas untuk para pelajar di seluruh Maluku Utara, tapi Sherly mengingatkan bahwa kuota untuk program pembibitan ini terbatas.
Oleh karena itu, proses seleksi akan dilakukan secara digital, transparan, dan adil. Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi untuk menghindari praktik "titip-menitip" atau intervensi dari pihak manapun.
"Dengan kuota terbatas, kita akan memilih putra-putri terbaik dari Maluku Utara setiap tahunnya, sehingga ke depan anak-anak Maluku Utara ada di semua kedinasan yang ada di republik Indonesia."
"Jadi kali ini pendaftarannya pertama dilakukan gratis. Kedua dilakukan melalui website secara transparan, adil, dan segera mendaftar, karena ada kuota masing-masing. Ada kuota domisili, ada kuota prestasi, ada kuota-kuota lainnya."
"Jadi semua bisa dilihat nanti secara transparan di sistem. Ndak ada lagi WA (WhatsApp) saya bilang anak saya nilainya bagus, tapi karena orang ini tak ada suka saya makanya dia tak kasih masuk, tak ada lagi cerita begitu."
"Sudah transparan, sudah di-launching, sudah bisa didaftar," tegasnya. (ism)